JAKARTA – Aktivitas gempabumi susulan terus terjadi pasca gempa tektonik berkekuatan M7,6 yang mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Kota Ternate pada Kamis (02/04/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 06.50 WIB telah terjadi 11 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc., menegaskan bahwa rangkaian gempa susulan merupakan kondisi yang normal terjadi setelah gempa utama, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan guncangan lanjutan yang dirasakan masyarakat.
“Gempa susulan masih terus terekam. Ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian kerak bumi belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.
BMKG menyampaikan bahwa sejumlah gempa susulan tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan setelah gempa utama, dan sebagian masih memiliki kekuatan yang cukup untuk dirasakan di wilayah terdampak seperti Ternate, Tidore, Halmahera, serta sebagian wilayah Bitung dan Manado.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga juga diminta tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman oleh pihak berwenang.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap memperhatikan informasi resmi terkait potensi tsunami yang sebelumnya telah dikeluarkan BMKG.
“Jangan mudah percaya informasi yang tidak bersumber dari BMKG. Tetap tenang namun waspada,” tegasnya.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan gempa, termasuk mengenali jalur evakuasi dan titik aman di masing-masing wilayah.
Jakarta, 02 April 2026
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc.








Discussion about this post