TANJUNG SELOR – Upaya menekan defisit telur di Kalimantan Utara terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara melalui kerja sama strategis dengan PT Charoen Pokphand Indonesia.
Kesepakatan ini dibahas dalam rapat koordinasi DPKP Kaltara di Surabaya, Jumat (13/2), dengan penekanan pada penyediaan pakan ternak berkualitas dan berkelanjutan.

Plt. Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kaltara, Suhaeli, mengungkapkan kebutuhan telur tahun 2026 diproyeksikan mencapai 25.685 ton per tahun.
Sementara itu, produksi lokal baru menyentuh angka 2.108 ton per tahun sehingga terdapat kekurangan sekitar 23 ribu ton.
Menurutnya, penguatan sektor peternakan ayam petelur menjadi langkah prioritas untuk mengejar ketertinggalan produksi tersebut.
Pemprov Kaltara telah menyiapkan pengembangan ayam petelur di lima kabupaten/kota, dengan Bulungan sebagai salah satu sentra utama penerima bantuan DOC dan pakan.
Selain telur dan daging ayam, komoditas lain seperti beras, sayuran dan buah juga didorong agar mampu menopang kebutuhan program MBG.
“Kalau petani dan peternak kita kuat, maka ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” tegas Suhaeli.(*)








Discussion about this post