TARAKAN – Cahaya obor menerangi sepanjang Jalan Agus Salim, Kecamatan Tarakan Tengah, saat 28 regu pawai obor memeriahkan penyambutan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di Kelurahan Sebengkok, Senin (16/2/2026) malam. Titik start dimulai dari depan Kantor Kelurahan Sebengkok dan disambut antusias warga yang memadati sisi jalan.
Pawai obor secara resmi dilepas oleh Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tarakan Ny. Sitti Rujiah, S.Keb., BdN. Turut hadir Camat Tarakan Tengah, Lurah Sebengkok, serta para tokoh agama yang ikut menyaksikan kemeriahan tradisi tahunan tersebut.
Sebanyak 28 regu ambil bagian dalam kegiatan ini. Peserta terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, majelis taklim, serta sekolah dasar di Kecamatan Tarakan Tengah. Keikutsertaan lintas usia tersebut menambah semarak sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan.
Yang menarik perhatian, setiap regu membawa alat musik tradisional hasil kreasi dari barang bekas. Kaleng, botol plastik, hingga ember disulap menjadi instrumen perkusi yang menghasilkan irama rancak sepanjang perjalanan. Kreativitas ini menjadi daya tarik tersendiri dan menunjukkan kepedulian terhadap pemanfaatan barang bekas secara positif.
Sesekali, peserta menampilkan atraksi menyemburkan api obor ke udara. Aksi tersebut memancing sorak kagum penonton, namun tetap dilakukan secara hati-hati di bawah pengawasan panitia demi menjaga keamanan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para donatur atas terselenggaranya pawai obor tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya tradisi seremonial, melainkan juga simbol semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.
“Saya mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan para donatur. Semoga pawai obor ini berjalan lancar dan tertib, serta semakin mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Ramadan hendaknya dimaknai sebagai ajang meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. Semangat gotong royong yang terlihat dalam persiapan hingga pelaksanaan pawai menjadi cerminan kuatnya solidaritas warga Sebengkok.
Pawai obor sendiri telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Tarakan dalam menyambut datangnya bulan suci. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga dan sarana edukasi bagi generasi muda tentang makna Ramadan.
Cahaya obor yang menyala di sepanjang rute pawai seakan menjadi simbol harapan, menandai kesiapan masyarakat menyambut Ramadan 1447 H dengan hati bersih dan semangat persaudaraan yang semakin erat. (*)








Discussion about this post