NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan fokus pembangunan pada pembenahan layanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Penegasan itu disampaikan Bupati Irwan Sabri saat menghadiri silaturahmi bersama warga dan tokoh masyarakat Desa Binusan, Kamis (26/3/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat pasca-Idulfitri 1447 Hijriah tersebut, Irwan memanfaatkan momentum untuk menyampaikan capaian sekaligus evaluasi kinerja pemerintah daerah selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga dari sejauh mana kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah pelayanan kesehatan. Irwan mengakui, kondisi rumah sakit daerah sebelumnya menghadapi berbagai kendala, terutama terkait ketersediaan obat-obatan dan kualitas layanan. Hal itu, menurut dia, menjadi keluhan yang kerap disampaikan masyarakat.
Namun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah pembenahan secara bertahap. Perbaikan dilakukan melalui penguatan manajemen layanan serta pemenuhan kebutuhan medis yang selama ini menjadi persoalan.
“Dulu banyak keluhan soal rumah sakit, terutama obat yang sering tidak tersedia. Sekarang kita benahi pelan-pelan, dan hasilnya mulai dirasakan masyarakat,” kata Irwan.
Meski mengklaim adanya perbaikan, ia tidak menampik bahwa pekerjaan rumah di sektor kesehatan masih cukup besar. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Selain kesehatan, perhatian juga diarahkan pada sektor perikanan yang menjadi penopang ekonomi warga pesisir, termasuk di Desa Binusan. Irwan menyebut, sejak awal menjabat, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan alat tangkap kepada nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas mereka.
Bantuan berupa jaring (gillnet) telah disalurkan kepada sejumlah kelompok nelayan. Namun, ia secara terbuka mengakui bahwa distribusi bantuan tersebut belum menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Belum semua bisa kita bantu sekaligus. Tapi ini akan kita tuntaskan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta prinsip pemerataan. Pemerintah daerah berupaya agar setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Irwan juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Silaturahmi, menurut dia, bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari mekanisme untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Dengan bertemu seperti ini, kita bisa mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Ini penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga sebagai bagian dari kepedulian sosial di momentum Lebaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama bagi kelompok rentan.
Irwan menutup pertemuan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak agar Nunukan bisa berkembang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Melalui pendekatan dialogis seperti ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berupaya memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan di daerah perbatasan tersebut. (*ma)








Discussion about this post