TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Capacity Building Media Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan insan pers di Kalimantan Utara.
Kegiatan bertema “Transformasi Media dalam Mendukung Komunikasi Kebijakan di Era Digital” tersebut dilaksanakan pada 10–13 Mei 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas jurnalis terkait isu perekonomian daerah sekaligus mendorong media menghasilkan konten digital yang adaptif dan berbasis teknologi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, dalam sambutannya mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam mengonsumsi informasi.
Menurutnya, generasi muda saat ini lebih tertarik pada konten berbasis video di platform digital dibandingkan berita berbasis teks.
“Kalau dulu masyarakat lebih sering membaca teks atau artikel berita, sekarang generasi muda lebih banyak melihat TikTok dan Instagram yang berbasis video. Karena itu media harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan capacity building tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan media dalam mengomunikasikan berbagai kebijakan dan program Bank Indonesia kepada masyarakat secara lebih efektif.
“Kami berharap berbagai program kerja Bank Indonesia, khususnya di Kalimantan Utara, dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui teman-teman media,” katanya.
Hasiando juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pekerjaan jurnalistik dan produksi konten digital.
Menurutnya, teknologi AI dapat membantu mempermudah pekerjaan sehari-hari, namun tetap harus disertai proses verifikasi agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan orisinal.
“AI membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, tetapi tetap harus diverifikasi dan dipastikan kontennya tidak sekadar mengopi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak insan pers untuk terus membangun optimisme masyarakat melalui pemberitaan yang konstruktif dan positif terhadap pembangunan daerah.
“Kita ingin membangun optimisme masyarakat terhadap perkembangan ekonomi daerah. Jika ada kekurangan, tentu bisa disampaikan dengan bahasa yang konstruktif dan memberi solusi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hasiando juga menyampaikan pamit kepada para jurnalis karena dalam waktu dekat akan mendapat penugasan baru di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta.
“Saya mohon maaf apabila selama berinteraksi ada kekurangan. Mudah-mudahan hubungan baik ini tetap terjalin dan teman-teman media semakin sukses,” ucapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Reza Hidayat, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai program dan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan Bank Indonesia di daerah seperti pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, pengelolaan uang rupiah, hingga digitalisasi sistem pembayaran membutuhkan dukungan media agar dapat dipahami masyarakat luas.
“Kalau tidak ada teman-teman media, mungkin berbagai program dan kegiatan Bank Indonesia tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara Bank Indonesia dan media terkait kebutuhan informasi, pola komunikasi, hingga penguatan pemahaman jurnalis terhadap isu ekonomi dan kebanksentralan.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat, memperkuat sinergi, dan membuat komunikasi antara Bank Indonesia dan media semakin baik,” tuturnya.
Selain materi ekonomi dan kebanksentralan, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait pemanfaatan AI, produksi konten kreatif digital, hingga strategi komunikasi media di era digitalisasi. (*dv)








Discussion about this post