TARAKAN – Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan dan arus pasien rujukan dari lima kabupaten dan kota menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan sebagai rumah sakit rujukan provinsi diminta terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, mengatakan keberadaan RSUD Dr. H. Jusuf SK memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan di provinsi termuda Indonesia tersebut.
“RSUD Dr. H. Jusuf SK merupakan rumah sakit rujukan provinsi yang menjadi harapan masyarakat Kalimantan Utara. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Supa’ad, Kamis (9/7/2026).
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja dan rapat koordinasi Komisi IV DPRD Kaltara bersama jajaran manajemen RSUD Dr. H. Jusuf SK di Tarakan.
Komisi IV menelusuri sejumlah aspek pelayanan, mulai pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), kesiapan sarana dan prasarana hingga kebutuhan tenaga kesehatan.
Pelayanan rawat jalan, rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) turut menjadi fokus evaluasi. DPRD juga menaruh perhatian pada penguatan pelayanan spesialistik dan subspesialistik.
Optimalisasi fasilitas Cath Lab, Stroke Unit dan ruang hemodialisis dinilai perlu terus diperkuat. Demikian pula pelayanan laboratorium, radiologi, farmasi, rehabilitasi medik, bank darah hingga kamar bedah sentral.
Supa’ad menegaskan, DPRD berkepentingan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, cepat dan aman.
Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah tidak boleh berujung pada menurunnya mutu pelayanan kesehatan.
“Efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor kesehatan harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, evaluasi Komisi IV bukan bertujuan mencari kesalahan pihak rumah sakit. DPRD ingin memetakan kebutuhan mendesak yang harus mendapat dukungan pemerintah daerah.
“DPRD akan terus mengawal agar kebutuhan rumah sakit, baik dari sisi fasilitas, tenaga kesehatan maupun pelayanan, dapat dipenuhi sesuai kemampuan daerah,” katanya.
Komisi IV turut mendorong penguatan sistem pelayanan berbasis digital. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu memangkas proses administrasi dan mempermudah masyarakat mengakses layanan kesehatan.
Pihak RSUD Dr. H. Jusuf SK menyampaikan, peningkatan pelayanan terus dilakukan seiring bertambahnya pasien rujukan dari Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Rumah sakit juga berkomitmen memperkuat mekanisme pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan.
Melalui pengawasan tersebut, Komisi IV DPRD Kaltara berharap RSUD Dr. H. Jusuf SK semakin mampu menjalankan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kaltara. (hms)








Discussion about this post