NUNUKAN – Di tengah kemeriahan Pawai Budaya dan Karnaval Kendaraan Hias dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan terus bergerak membersihkan sampah di sepanjang rute kegiatan, Sabtu (10/10/2026).
Saat rombongan pawai masih berjalan, petugas kebersihan menyusuri jalur yang telah dilewati peserta. Hasilnya, dua bak kendaraan pengangkut sampah dilaporkan sudah penuh bahkan sebelum seluruh rombongan mencapai garis finis di Paras Perbatasan.
Salah seorang petugas DLH mengatakan, pembersihan dilakukan sejak dari depan Pelabuhan Tunon Taka hingga kawasan Gerbang Start. Petugas akan terus mengikuti jalur pawai untuk memastikan sampah yang berserakan segera dikumpulkan.
“Kami baru mengumpulkan sampah dari depan Pelabuhan Tunon Taka sampai di sini, lewat Gerbang Start, sudah ada dua bak mobil pengangkut yang penuh. Kami akan terus membersihkan sampai nanti di finis,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Di balik kemeriahan yang dinikmati masyarakat, petugas kebersihan bekerja memastikan sampah tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan ruang publik. Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang terlihat selama kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Nunukan, Muhammad Irfan Akmad, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut bukan hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Di sisi persampahan, kami memperkenalkan produk-produk hasil pengolahan sampah. Hari ini kami mengajarkan masyarakat bagaimana caranya ramah terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, serta mengelola sampah dari sumbernya, termasuk bagaimana sampah bisa menjadi kompos dan diolah kembali,” jelas Irfan, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih memiliki nilai guna bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Selain menjalankan tugas kebersihan, DLH Kabupaten Nunukan juga turut berpartisipasi dalam karnaval kendaraan hias.
Petugas dan kendaraan pengangkut ditempatkan di belakang rombongan agar pembersihan dapat dilakukan secara langsung setelah peserta melintas.
“Kami selalu ikut lomba sekaligus membersihkan. Setiap ada pawai atau kendaraan hias, kami selalu berada di belakang untuk membersihkan. Insyaallah masih ada tiga mobil kami di belakang yang terus berjalan dan mengumpulkan sampah,” ungkapnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, DLH mengerahkan kendaraan jenis mini dump dengan kapasitas angkut hingga tiga ton saat terisi penuh. Sampah yang terkumpul diangkut secara bertahap, kemudian kendaraan kembali melanjutkan pembersihan hingga mencapai lokasi finis.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan selama perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Di tengah antusiasme masyarakat menyaksikan pawai, kerja petugas DLH memastikan kawasan yang dilalui rombongan tetap tertangani dari sampah.
Irfan pun mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, hingga mengolahnya agar memiliki nilai guna.
Sebab, kemeriahan perayaan daerah tidak hanya terlihat dari beragam pakaian adat dan kendaraan hias yang ditampilkan, tetapi juga dari kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan Kabupaten Nunukan. (*)








Discussion about this post