Minggu, Agustus 31, 2025
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara

Dijawab Santai tapi Tepat, ZIAP Kembali “Dikeroyok” di Debat Cagub Part 2

by Grande Media
22/10/2024
in Kalimantan Utara, Politik
0
Dijawab Santai tapi Tepat, ZIAP Kembali “Dikeroyok” di Debat Cagub Part 2
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Debat kedua pasangan calon (Paslon) Pilgub Kaltara pada Senin, 21 Oktober 2024 malam di Grand studio MetroTV, berlangsung seru dan menarik.

Dengan argumen-argumen program visi misi masing-masing paslon yang beragam, menjadi barometer bagi masyarakat visi misi paslon yang paling rasional, riil dan tidak muluk-muluk.

Lagi-lagi, Paslon Nomor urut 2 sebagai petahana tetap menjadi sasaran utama “keroyokan serangan” dari kandidat pasangan calon nomor 1 dan 3.

Utamanya  terkait kebijakan-kebijakan yang pernah diterapkan dalam pemerintahan periode pertama gubernur Kaltara. Hal ini demi melemahkan karakter sang petahana Zainal A Paliwang.

Persoalan pemberhentian mantan Direktur RSUD Jusuf SK, Dr. Rustan yang dianggap kontroversi. Kemudian soal kuliah gratis putra putri Kaltara di Universitas Patria Artha (UPA) Makassar yang dinilai tidak tepat sasaran.

Begitu pun mengenai sanggahan ZIAP terkait program Y3SS yang akan menggelontorkan dana RT Rp 100 juta per tahun  yang dinilai tidak tepat guna, hingga pada persoalan tudingan penganaktirian ormas Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kalimantan Utara, menjadi 4 trigger serangan dua rival Zainal dan Ingkong Ala yang mencuat dalam debat kedua di studio MetroTV Senin malam.

Serangan dua rival paslon diduga bermaksud  menjatuhkan karakter Paslon nomor 2. Paslon nomor 1 dan nomor 3 ternyata salah perhitungan dalam strategi tersebut, sebab paslon nomor 2, Zainal dan Ingkong Ala sudah belajar dari pengalaman debat pertama yang tak menyangka diserang dua rival dengan berbagai isu dan tudingan, yang membuat ZIAP sempat keteteran menjawabnya.

Debat part 2 Zainal dan Ingkong sudah menyiapkan argument cantik untuk berbalik mematahkan berbagai tudingan miring yang dialamatkan kepada mereka.

Dengan gagah berani, ZIAP menjawab secara rasional, elegan dan nyata berbagai pertanyaan dan pernyataan bernada melemahkan paslon ZIAP.

Dalam debat 2 Pilgub yang ditayangkan secara nasional di Studio MetroTV ini, paslon nomor urut satu tampil sebagai “penyerang” paling garang ke paslon nomor urut 2.

Sayangnya serangan-serangan berbau opini yang tendensius itu dijawab dengan fakta dan data oleh ZIAP, sehingga jebakan-jebakan pertanyaan dengan mudah dipatahkan Zainal maupun Ingkong Ala, yang pada debat kali ini Ingkong Ala tampil cerdas dan lugas dalam menjawab pertanyaan 2 rival paslon.

Soal pemecatan Dirut RSUD Jusuf SK yang berujung pada ranah hukum, PTUN MA, Zainal A Paliwang misalnya. Meski pemerintah dalam hal itu secara jantan mengaku kalah dalam PTUN MA, namun soal kebijakan pemberhentian Dirut RSUD Jusuf SK tarakan, Zainal mengaku berdasarkan aturan dan ketegasan pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Setiap pejabat yang diberi sanksi pasti punya kesalahan yang merugikan masyarakat dan pemerintah, kita sudah melalui proses investigasi, penelitian dan penghitungan kerugian pemerintah terhadap pejabat yang diberi sanksi, jika kita kalah melalui jalur hukum, ya kita kembalikan ke jabatan semula tetapi kita pindahkan ke RSUD atau jabatan lain namun setara dengan posisi jabatan sebelumnya,” papar Zainal menjawab pertanyaan Paslon Nomor urut 1.

Jawaban apik ZIAP juga ditunjukkan kualitasnya dengan lugas saat paslon 1 mengangkat persoalan mahasiswa yang dikirim ke Universitas Patria Artha (UPA) Makassar sebanyak 750 siswa lebih untuk melanjutkan pendidikan perkuliahan pasca lulus SLTA.

Upaya pemerintah membangun SDM generasi kaltara dengan mengirimkan anak mahasiswa tersebut dianggap pemborosan APBD.

Sedangkan versi paslon nomor 1 , di satu sisi di Kaltara terdapat Universitas seperti UB, Unikal dan Stie yang dapat menampung mahasiswa, tetapi tidak dimanfaatkan pemerintah.

Zainal dengan santai namun menohok mengatakan, paslon nomor 1 salah kaprah sebab seluruh mahasiswa yang berkuliah di Patria Arta atau UPA Makassar itu tidak menggunakan se-peserpun APBD Kaltara. Sebaliknya seluruh biaya perkuliahan dan Asrama mahasiswa kaltara di UPA digratiskan dan ditanggung Yayasan Patria Artha Makassar.

“Pemprov Kaltara pasti mendukung program tersebut, karena maksud UPA Makassar membantu pemerintah membangun program peningkatan SDM putra putri Kaltara, tanpa membebani APBD, lantas apa yang salah di sana?,” terang Zainal, sekaligus membungkam pertanyaan paslon terkait soal Universitas Patria Artha.

Sementara pada sisi lain Paslon nomor urut 3 Yansen TP yang notabene adalah wakil Gubernur Kaltara, memilih zona aman terkait mahasiswa yang Kuliah Gratis di UPA dengan mengatakan tidak masuk dalam pengambilan kebijakan soal putra putri Kaltara yang kuliah gratis di UPA Makassar.

“Maaf saya tidak mau menjawab soal mahasiswa yang dikirim kuliah ke UPA karena saya tidak terlibat dalam urusan itu,” ujar Yansen TP, meski kebijakan itu adalah kebijakan satu paket pemerintah Provinsi Kaltara selama ini.

Serangan paslon 1 lainnya adalah soal Ormas Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kalimantan Utara yang menurutnya dianak tirikan, bahkan dinilai tidak tersentuh perhatian pemerintah. Tetapi, tudingan itu berbalik menghantam paslon 1 sebab diam-diam pemerintah telah mengirim sejumlah Pengurus FKUB untuk melakukan studi banding ke berbagai daerah. Termasuk keluar negeri untuk belajar soal moderasi dan toleransi Beragama di Kalimantan Utara.

“Untuk membina dan pembekalan pemahaman moderasi dan toleransi kerukunan umat beragama di Kalimantan Utara, pemerintah telah mengirim sejumlah tokoh dan pengurus FKUB ke sejumlah daerah, bahkan ke luar negeri untuk belajar dan memahami secara dalam tentang konsep manajemen moderasi dan toleransi antar umat beragama,” kata Zainal dan Ingkong Ala.

Serangan ke-4 diluncurkan oleh paslon nomor 3 terkait tanggapan ZIAP yang menurut Yansen TP program Visi Misinya dinilai tidak rasional terkait soal penganggaran APBD dana Rp 100 juta per tahun untuk RT.

Wakil Gubernur Kaltara ini menanyakan argument Zainal dan Ingkong Ala, soal programnya yang dianggap tidak rasional oleh Ziap.

“Saya dengar paslon nomor 2 menganggap program dana RT yang kami rencanakan dianggap tidak rasional, bisa tidak dijelaskan anggapan itu?” tanya Yansen TP kepada Zainal dan Ingkong Ala, dalam sesi tanya jawab debat.

Menanggapi pertanyaan Yansen, Zainal mengatakan, “Kami bukan tidak mendukung program itu, tetapi semua kita hitung penganggarannya berdasarkan kemampuan APBD Kaltara. Kita ini banyak program pembangunan lain yang juga sama pentingnya, soal insentif lebih dari Rp 100 juta per tahun kita sanggup lakukan tetapi jika keuangan daerah atau APBD memungkinkan. Lagi pula insentif untuk RT selama ini sudah berjalan meski tidak sebesar program paslon nomor 3,” papar Zainal penuh semangat.

Sebenarnya zainal tak mau menjawab pertanyaan itu, sebab dinilai pertanyaan tendensius dan berbau jebakan yang bermaksud melemahkan dan menjatuhkan paslon nomor 2.

Selain itu pertanyaan Yansen soal dana RT dianggap Zainal keluar dari konteks turan pertanyaan yang telah ditentukan KPU dan Metro TV. “Tapi karena ini debat meski tak masuk dalam daftar thema pertanyaan yang seharusnya dan saya paham pertanyaan ini jebakan, terpaksa kami jawab sebab ini di tonton banyak orang,” tambah Zainal, sekaligus membungkam pertanyaan Paslon nomor 3.

Kesimpulannya, Paslon Nomor 2 ZIAP, Zainal dan Ingkong Ala membuktikan omongannya bahwa di debat kedua Pilgub Kaltara di metroTV ini.

Keduanya sepakat fokus memaparkan visi misi program nyata dan tidak mau membalas menjatuhkan kedua rivalnya dalam debat meski mereka tetap di serang berbagai hasil kebijakan pemerintah yang dijalankan bersama Yansen TP selama menjabat pasangan Gubernur Kaltara di periode pertama. (ADV*)

Tags: ziap 2
Previous Post

Soal Dana RT, ZIAP Bakal Berikan Lebih dari Rp 100 Juta, jika PAD Kaltara Surplus

Next Post

Pengamanan Debat Publik Kedua Pilkada Kaltara 2024, Polda Kaltara dibackup Polda Metro Jaya

Berita Lainnya

Kapolda Kaltara Pimpin Jalan Santai Bersama Personel, Bangun Kebersamaan dan Semangat Sehat
Kalimantan Utara

Kapolda Kaltara Pimpin Jalan Santai Bersama Personel, Bangun Kebersamaan dan Semangat Sehat

29/08/2025
Buka Seleksi Calon KPID, DPRD dan DKISP Kaltara Lakukan Sosialisasi di Nunukan
Kalimantan Utara

Buka Seleksi Calon KPID, DPRD dan DKISP Kaltara Lakukan Sosialisasi di Nunukan

29/08/2025
Pemprov Gelar KIE Mencegah Kehamilan Remaja dan Wujudkan Generasi Emas Tanpa Stunting 2025
Kalimantan Utara

Pemprov Gelar KIE Mencegah Kehamilan Remaja dan Wujudkan Generasi Emas Tanpa Stunting 2025

28/08/2025
Gubernur Luncurkan Aplikasi POKUS Kaltara, Tingkatkan Silaturahmi Forkopimda dan Ormas
Kalimantan Utara

Gubernur Luncurkan Aplikasi POKUS Kaltara, Tingkatkan Silaturahmi Forkopimda dan Ormas

28/08/2025
Gubernur Hibahkan 20 Hektar Lahan Resmi Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda
Kalimantan Utara

Gubernur Hibahkan 20 Hektar Lahan Resmi Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda

28/08/2025
Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Disambut Antusias di Mako Polda Kaltara
Kalimantan Utara

Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Disambut Antusias di Mako Polda Kaltara

27/08/2025
Next Post
Pengamanan Debat Publik Kedua Pilkada Kaltara 2024, Polda Kaltara dibackup Polda Metro Jaya

Pengamanan Debat Publik Kedua Pilkada Kaltara 2024, Polda Kaltara dibackup Polda Metro Jaya

Program Bebas Denda PKB dan BBNKB II Kaltara, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan

Program Bebas Denda PKB dan BBNKB II Kaltara, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan

kepala Kejati Kaltara Apresiasi SAE Lanuka, Dapat Menjadi Percontohan Bagi Lapas-lapas Lainya

kepala Kejati Kaltara Apresiasi SAE Lanuka, Dapat Menjadi Percontohan Bagi Lapas-lapas Lainya

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.