JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan satu orang meninggal dunia pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah lepas pantai Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (02/04/2026).
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui siaran pers resmi. Korban jiwa dilaporkan akibat tertimpa reruntuhan Gedung KONI di Kota Manado.

“Pagi hari tadi telah terjadi gempa dengan magnitudo 7,6 kedalaman 33 kilometer di lepas pantai Bitung, Sulawesi Utara. Satu korban meninggal dunia tertimpa runtuhan bangunan gedung KONI,” ujar Abdul Muhari.
BNPB menjelaskan pusat gempa berada di kawasan perairan antara pesisir timur Sulawesi Utara dan pesisir barat Maluku Utara. Getaran kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Manado, Bitung, Minahasa Utara, hingga Ternate.
BNPB juga memastikan adanya fenomena tsunami minor setelah terpantau kenaikan muka air laut di sejumlah alat ukur pasang surut di wilayah pesisir terdampak. Tinggi air tercatat berkisar antara 10 hingga 76 sentimeter.
“Ini menunjukkan telah terjadi tsunami minor di beberapa titik pengamatan,” kata Abdul Muhari.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kembali memasuki gedung-gedung fasilitas publik, sekolah, perkantoran, rumah ibadah, maupun fasilitas kesehatan sebelum dinyatakan aman.
BNPB juga mengingatkan bahwa gempa susulan masih terjadi, termasuk beberapa dengan magnitudo di atas 5, yang berpotensi memperparah kerusakan bangunan yang sudah terdampak.
“Bangunan yang sudah melemah bisa mengalami kegagalan struktur atau ambruk,” tegasnya.
Selain itu, BNPB meminta masyarakat mengikuti arahan pemerintah daerah serta instansi teknis seperti Kementerian PUPR dalam melakukan pemeriksaan kelayakan bangunan sebelum digunakan kembali.
Kepala BNPB juga dijadwalkan turun langsung ke Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk mempercepat penanganan darurat serta memastikan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak. (*)










Discussion about this post