TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting melalui perencanaan yang terintegrasi. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gadis, Rabu (8/4).
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di daerah.
Dalam arahannya, Ingkong menyampaikan bahwa target nasional penurunan stunting pada 2029 sebesar 14,2 persen, sementara Kaltara menetapkan target lebih ambisius, yakni 11,4 persen. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang matang dan berbasis data.
“Pendekatan yang kita lakukan harus menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, dengan mengedepankan pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa intervensi stunting harus difokuskan pada kelompok prioritas, seperti ibu hamil, bayi, balita, remaja putri, hingga calon pengantin. Selain itu, aspek sanitasi dan lingkungan sehat juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Ingkong juga menyoroti perlunya penguatan konvergensi program lintas perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan. Menurutnya, integrasi data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan sasaran program secara tepat.
“Semua program harus berbasis data by name by address, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan sebagai kewajiban dasar pemerintah daerah dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Selain peran pemerintah, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga dinilai sangat penting. ASN diimbau untuk aktif memantau tumbuh kembang anak melalui Posyandu, sementara perusahaan diminta turut memfasilitasi akses layanan kesehatan bagi pekerja dan lingkungan sekitar.
Melalui Pra Musrenbang ini, Pemprov Kaltara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dan komitmen untuk mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan.
“Keberhasilan ini bukan hanya angka, tetapi menyangkut masa depan generasi Kaltara,” tutup Ingkong.(*dkisp)








Discussion about this post