NUNUKAN – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya melalui kerja sama lintas negara dengan Sabah, Malaysia, dalam program ekonomi biru yang diwujudkan lewat penanaman mangrove di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Rabu (8/4).
Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, dalam rangkaian Tree Planting Activity yang menjadi bagian dari “Cross-Regional Blue Economy Initiative”.
Dalam keterangannya, Gubernur Zainal menegaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pelindung pesisir, tetapi juga sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.
“Kita ingin mangrove ini tidak hanya dijaga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan yang tepat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kawasan yang menjadi fokus pengembangan memiliki luas sekitar 33.000 hektare, meliputi ekosistem mangrove dan gambut yang kaya akan potensi serapan karbon.
Potensi tersebut, lanjutnya, akan diarahkan pada pengembangan perdagangan karbon yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2030.
“Kita optimistis, dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran masyarakat lokal. Warga Desa Tepian didorong untuk aktif terlibat dalam pengelolaan kawasan, mulai dari penanaman hingga pemanfaatan potensi ekonomi yang dihasilkan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ekonomi biru yang berkelanjutan.
Ke depan, Pemprov Kaltara berencana memperluas program ini ke berbagai wilayah pesisir lainnya yang memiliki potensi serupa, guna memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini langkah awal. Kita ingin ekonomi biru menjadi kekuatan baru bagi daerah,” tutupnya.
Melalui kolaborasi ini, Kaltara menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih hijau, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama regional lintas negara. (*)








Discussion about this post