TARAKAN – Upaya memperluas literasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus diperkuat. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan menggelar Media Gathering di Kota Tarakan, Selasa (3/3/2026), sebagai ruang kolaborasi bersama insan pers di Kalimantan Utara.
Mengangkat tema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Wilayah Kalimantan Utara”, kegiatan ini dihadiri 24 wartawan dari berbagai platform, mulai media cetak, elektronik, hingga digital.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
“Forum seperti ini penting agar komunikasi kita terbuka dan konstruktif. Kami ingin memastikan setiap informasi tentang program dan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan tersampaikan secara akurat dan berimbang,” ujarnya.
Ia menekankan, kolaborasi yang kuat dengan media bukan hanya soal publikasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan jaminan sosial adalah hak setiap pekerja.
Masbuki menjelaskan, ada empat fokus utama dalam kegiatan ini, yakni meningkatkan pemahaman media terhadap program BPJS Ketenagakerjaan, memperkuat sinergi komunikasi pusat dan daerah, membangun kolaborasi strategis dalam publikasi, serta membuka ruang diskusi atas dinamika pemberitaan di lapangan.
Sementara itu, Wakil Kepala Digitalisasi, Human Capital, dan Aset BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ken Maharani, mengapresiasi kehadiran para jurnalis yang dinilai menjadi mitra penting dalam membangun literasi publik.
“Media adalah sumber informasi terpercaya bagi masyarakat. Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu menjangkau pekerja sektor informal, Bukan Penerima Upah, jasa konstruksi, hingga Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan perlindungan,” katanya.
Ken menyebutkan, sepanjang 2025 tercatat 177 pemberitaan positif terkait BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan. Ia berharap pada 2026 jumlah tersebut meningkat, dengan narasi yang lebih edukatif dan menyentuh sisi kemanusiaan para pekerja.
“Semakin luas literasi yang terbangun, semakin banyak pekerja yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial bagi diri dan keluarganya,” ujarnya.
Melalui diskusi interaktif dan suasana yang penuh keakraban, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang. BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi yang transparan demi mendukung kesejahteraan pekerja di Kalimantan Utara.(*)








Discussion about this post