Minggu, Maret 8, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Nunukan

Menarik, di Krayan Rafflesia Mekar Dekat Permukiman

by Grande Media
27/11/2025
in Nunukan
0
Menarik, di Krayan Rafflesia Mekar Dekat Permukiman

Di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kalimantan Utara. Di wilayah ini, Rafflesia pricei lebih sering ditemukan.

Share on FacebookShare on Twitter

NUNUKAN — Di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatera, menyaksikan bunga Rafflesia mekar masih dianggap momen langka. Para peneliti, pegiat lingkungan, hingga wisatawan sering membutuhkan keberuntungan ekstra, penelusuran panjang ke dalam hutan, dan pemantauan berbulan-bulan untuk melihat mekarnya bunga raksasa itu.

Namun kondisi berbeda terlihat di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kalimantan Utara. Di wilayah ini, Rafflesia pricei lebih sering ditemukan, bahkan tumbuh di lokasi yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.

Populasi Rafflesia pricei banyak dijumpai di sektor Krayan, terutama di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan. Lokasi wisata unggulan desa tersebut, Buduk Udan, berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut.

Jalur pendakian menuju puncak menempuh jarak sekitar 5 kilometer. Saat perjalanan kembali, pengunjung diarahkan melewati rute yang bersinggungan langsung dengan habitat alami Rafflesia pricei, sehingga peluang melihat bunga mekar semakin besar dalam satu titik.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menyampaikan bahwa meski keberadaannya relatif mudah ditemukan, karakter biologis Rafflesia tetap sulit diprediksi.

“Mekarnya Rafflesia pricei tidak dapat diprediksi seperti tumbuhan pada umumnya. Berdasarkan hasil data monitoring, Rafflesia pricei paling sering berbunga pada bulan Agustus. Namun masih perlu monitoring berkala untuk memastikan seberapa sering Rafflesia pricei mekar,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Hasil pemantauan Balai TNKM menunjukkan kemunculan Rafflesia pricei saat ini tercatat di SPTN Wilayah I Long Bawan, yaitu di Desa Long Api dan Tang Paye; di SPTN Wilayah II Long Alango di Desa Rian Tubu; dan di SPTN Wilayah III Long Ampung di Desa Paliran. Monitoring paling sering dilakukan di sektor Long Bawan, termasuk di Desa Pa’ Kidang yang kini menjadi salah satu pusat ekowisata taman nasional.

Seno menambahkan bahwa masyarakat Desa Pa’ Kidang telah membentuk kelompok wisata Pa’ Kidang Makmur.

“Dalam mendukung upaya pengembangan ekowisata, Balai TNKM melakukan kegiatan pelatihan kepemanduan serta memberikan bantuan sarana prasarana berupa shelter dan papan informasi dan interpretasi,” jelasnya.

TNKM juga membentuk kelompok monitoring khusus untuk Rafflesia pricei agar masyarakat dapat menentukan waktu kemungkinan mekarnya bunga sehingga wisatawan memiliki peluang menyaksikan antesis secara langsung.

Perjalanan pelestarian Rafflesia pricei di Krayan berangkat dari pendekatan sosial dan budaya. Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menuturkan bahwa hubungan masyarakat dengan bunga ini telah mengalami perubahan besar. Ia mengungkapkan bahwa dulu Rafflesia tidak memiliki nilai khusus dalam tradisi masyarakat.

“Menurut cerita masyarakat, sebelum mengetahui bahwa Rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi, masyarakat memanfaatkan bunga Rafflesia untuk pakan anjing ketika di dalam hutan,” ujarnya.

Kini situasinya berbeda. Masyarakat justru menjadi penjaga Rafflesia pricei melalui tim monitoring di Resor Krayan dan melalui aktivitas wisata lokal. Budaya juga ikut bertransformasi, salah satunya replika dan gambar Rafflesia kini digunakan sebagai properti dalam tarian Dayak Lundayeh, menjadikannya simbol baru yang menghubungkan identitas adat dengan konservasi alam.

Selain nilai wisata dan budaya, keberadaan Rafflesia pricei menjadi indikator kesehatan hutan TNKM.

“Adanya Rafflesia pricei menandakan bahwa fungsi ekologis hutan TNKM masih terjaga dengan baik. Hal tersebut dikarenakan Rafflesia merupakan tumbuhan yang sensitif terhadap gangguan,” ujar Hery.

TNKM yang dikelola melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, dan mitra konservasi terus mendorong pemanfaatan wisata alam berbasis perlindungan ekosistem. Seno Pramudito menyebut harapannya ke depan. “Kami berharap destinasi wisata di Desa Pa’ Kidang, khususnya Buduk Udan, dapat dikembangkan dan dilestarikan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami juga mengharapkan para mitra dan pemerintah daerah mendukung pengembangan destinasi wisata di Desa Pa’ Kidang ini,” tegasnya.

Sementara di berbagai daerah lain bunga Rafflesia hanya sesekali ditemukan dan menjadi simbol penantian panjang, Krayan memperlihatkan hubungan yang berbeda. Bunga langka itu tumbuh berdampingan dengan kehidupan masyarakat dan menjadi alasan mereka menjaga hutan tetap bernapas. (**)

Tags: kaltara grandeKrayanmentarangnunukanRafflesia
Previous Post

Lakukan Penggelapan Sepeda Motor, Seorang Perempuan di Nunukan Ditangkap Polisi

Next Post

Bidpropam Polda Kaltara Laksanakan Operasi Gaktibplin di Mako Ditpolairud Polda Kaltara

Berita Lainnya

JOB Simenggaris Safari Ramadhan Bersama Bupati Nunukan, Mempererat Hubungan Antara Sektor Energi
Kalimantan Utara

JOB Simenggaris Safari Ramadhan Bersama Bupati Nunukan, Mempererat Hubungan Antara Sektor Energi

08/03/2026
Video Wabup Nunukan di Kantor Sekab Ramai di Medsos, Bupati Beri Penjelasan
Kalimantan Utara

Video Wabup Nunukan di Kantor Sekab Ramai di Medsos, Bupati Beri Penjelasan

07/03/2026
Bangunan Produksi Batu Bata di Nunukan Selatan Terbakar, Diduga Akibat Atap Lapuk Roboh
Kalimantan Utara

Bangunan Produksi Batu Bata di Nunukan Selatan Terbakar, Diduga Akibat Atap Lapuk Roboh

04/03/2026
Perbatasan Bukan Pinggiran, Alifudin Ajak Warga Nunukan Perkuat Nasionalisme
Kalimantan Utara

Perbatasan Bukan Pinggiran, Alifudin Ajak Warga Nunukan Perkuat Nasionalisme

04/03/2026
Turun Langsung ke Lapangan, Bupati Nunukan Pastikan Pelayanan Publik Tetap Prima
Nunukan

Turun Langsung ke Lapangan, Bupati Nunukan Pastikan Pelayanan Publik Tetap Prima

03/03/2026
Inflasi Nunukan Bulan Februari Tercatat 0,25 Persen
Daerah

Inflasi Nunukan Bulan Februari Tercatat 0,25 Persen

03/03/2026
Next Post
Bidpropam Polda Kaltara Laksanakan Operasi Gaktibplin di Mako Ditpolairud Polda Kaltara

Bidpropam Polda Kaltara Laksanakan Operasi Gaktibplin di Mako Ditpolairud Polda Kaltara

Capai Rekor Muri, Bhayangkari Daerah Kaltara Ikuti Workshop Ecoenzyme Serentak Bhayangkari Seluruh Indonesia

Capai Rekor Muri, Bhayangkari Daerah Kaltara Ikuti Workshop Ecoenzyme Serentak Bhayangkari Seluruh Indonesia

Bantuan Logistik Terus Mengalir, Polda Sumut Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran ke Wilayah Terdampak Bencana

Bantuan Logistik Terus Mengalir, Polda Sumut Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran ke Wilayah Terdampak Bencana

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.