TARAKAN – Menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut menjadi prioritas aparat kepolisian. Untuk itu, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Tarakan menggelar patroli rutin di wilayah perairan Tarakan, Jumat (13/03/2026).
Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah jalur pelayaran yang ramai dilalui kapal nelayan, kapal ikan, serta speed boat yang melayani transportasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendatangi para nelayan dan juragan kapal untuk memberikan imbauan keselamatan pelayaran.
Selain patroli perairan, Tim SAR siaga Satpolairud Polres Tarakan juga ditempatkan di sekitar dermaga dan pelabuhan guna memantau aktivitas kapal sekaligus mengantisipasi potensi keadaan darurat di laut. Kehadiran tim ini juga untuk memonitor pergerakan masyarakat yang menggunakan transportasi laut.
Kasat Polairud Polres Tarakan, IPTU Prabowo Eka Prasetyo, mengatakan kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat pesisir.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat di perairan tetap aman. Selain itu, kami juga menindaklanjuti peringatan dini dari BMKG Tarakan terkait potensi gelombang tinggi di perairan Kalimantan Utara,” kata IPTU Prabowo Eka Prasetyo.
Ia menambahkan, personel Sat Polairud juga memberikan edukasi kepada para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Para awak kapal diingatkan untuk melengkapi kapal dengan alat keselamatan seperti pelampung atau life jacket.
Dalam patroli tersebut, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap perlengkapan keselamatan kapal serta mengecek barang-barang muatan guna memastikan tidak adanya barang ilegal yang dibawa selama pelayaran.
Tak hanya itu, personel Sat Polairud turut mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut agar secara rutin memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar serta tetap waspada terhadap perubahan cuaca di laut.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, petugas juga mensosialisasikan layanan call center Polri 110 yang dapat dihubungi apabila masyarakat menemukan atau mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan di wilayah perairan.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menyampaikan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Kalimantan Utara.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 14 hingga 16 Maret 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Perairan Nunukan–Sebatik, Perairan Tarakan, serta Perairan Tanjung Selor.
Pola angin di wilayah tersebut umumnya bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 8 hingga 20 knot. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di laut yang dapat berdampak pada keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal kecil dan perahu nelayan.
BMKG pun mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. (*)








Discussion about this post