TARAKAN – Aktivitas transaksi digital berbasis QRIS di Kalimantan Utara mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Bank Indonesia mencatat, volume transaksi QRIS tumbuh hingga 408 persen, sementara nilai nominal transaksi meningkat 266 persen.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G Manik, menyampaikan data tersebut saat silaturahmi dengan awak media, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa lonjakan volume mencerminkan peningkatan frekuensi transaksi, sedangkan kenaikan nominal menunjukkan semakin besarnya nilai transaksi masyarakat melalui QRIS.
“Ini menandakan QRIS semakin diterima sebagai alat pembayaran sehari-hari,” ujar Hasiando.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah pengguna QRIS di Kaltara tercatat sekitar 131 ribu orang, tumbuh 8,1 persen secara tahunan.
Meski pertumbuhan mulai melandai, BI menilai kondisi tersebut masih dalam jalur yang sehat dan sejalan dengan kematangan pasar.
Selain pengguna, pertumbuhan merchant QRIS juga menunjukkan kinerja positif. Jumlah merchant meningkat dari 95.369 pada 2024 menjadi 112.826 pada 2025.
Menurut Hasiando, Tarakan masih menjadi wilayah dengan kepadatan merchant tertinggi, sehingga menjadi motor utama transaksi QRIS di Kaltara.
Ke depan, BI Kaltara akan terus mendorong perluasan QRIS sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat dan pelaku usaha. (*)









Discussion about this post