NUNUKAN – Yayasan Laskar Perbatasan Peduli (LPP) bekerja sama dengan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Kav 13/SL dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda perbatasan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan khitanan massal berlangsung di Markas Satgas Pamtas (Tompam), Jl. Fatahillah, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Sabtu (17/01/2025) pagi.
Acara diawali dengan penampilan tari Iluk Busak atau Tari Kembang, tarian Jepin khas masyarakat suku Tidung yang menggambarkan filosofi bunga yang sedang mekar. Tarian ini ditampilkan oleh Sanggar Tari Bebilin Taka dengan penata tari Muhammad Aimin, penata busana Bebilin Taka Collection, dan penata rias Bebilin Art Beauty.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP., yang mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Laskar Perbatasan Peduli.
“Pertama-tama, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Laskar Perbatasan Peduli yang telah menginisiasi kegiatan sosial ini, khitanan massal bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud nyata perhatian terhadap kesehatan anak-anak, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan,” ujar Raden Iwan.
Ia menambahkan bahwa khitanan memiliki manfaat penting, baik dari sisi kesehatan, agama, maupun budaya.
“Melalui kegiatan ini, kita membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan layak, saya juga mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis dan relawan yang dengan tulus meluangkan waktu dan keahlian demi kelancaran kegiatan ini, semoga semua kebaikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan berlipat dari Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Komandan Batalyon Kavaleri 13/SL, Letnan Kolonel Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa kehadiran Satgas Pamtas di wilayah perbatasan tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara dan keamanan garis batas, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat.
“Kami ingin kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar semboyan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi Masyarakat, khitanan massal hari ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan dan masa depan putra-putra daerah di perbatasan,” ujarnya.
Ikhsan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kavaleri Angkatan Darat ke-76, sejak akhir tahun lalu, Satgas Pamtas Yon Kav 13/SL telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti pembinaan gereja, rehabilitasi masjid, pembangunan fasilitas publik, serta bantuan pasca kebakaran.
“Ke depan, kami juga akan menggelar kegiatan sosial lainnya termasuk ziarah dan syukuran dalam rangka HUT Kavaleri ke-76 yang puncaknya pada 9 Februari 2026, kami berharap kegiatan sosial ini terus terselenggara dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Ketua Yayasan Laskar Perbatasan Peduli, Hamzah, menyatakan bahwa khitanan massal ini adalah kegiatan perdana yayasan sejak didirikan.
“Kegiatan ini adalah langkah awal kami untuk hadir dan peduli kepada masyarakat perbatasan. Kami berharap kegiatan serupa di masa depan bisa melibatkan lebih banyak peserta dan yayasan dapat terus melaksanakan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hamzah.
Ketua panitia, Kelvin, menambahkan bahwa sebanyak 50 anak mengikuti khitanan massal kali ini, pelaksanaan kegiatan didukung oleh satu dokter dan dua perawat dari PPNI, serta tiga tenaga medis dari Satgas Pamtas, yang bekerja profesional untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar.
“Kami juga menyediakan souvenir bagi anak-anak sebagai bentuk perhatian dan kenang-kenangan agar mereka merasa senang dan bersemangat mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak peserta diberi semangat langsung oleh Raden Iwan dan Ikhsan.
“Anak-anakku yang gagah dan pemberani, jangan takut,hari ini kalian melewati satu fase penting menuju kedewasaan, jadilah anak-anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, rajin belajar, dan kelak menjadi generasi yang membanggakan bagi bangsa dan negara, khususnya bagi tanah kelahiran kalian di perbatasan ini,” kata Ikhsan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menegaskan bahwa kehadiran TNI, yayasan, dan pemerintah daerah hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat perbatasan.(*)











Discussion about this post