NUNUKAN – Monitoring jalan yang dilakukan DPRD Nunukan ke Krayan Timur menjadi sorotan publik, masyarakat berharap kunjungan tersebut menjadi titik awal perubahan nyata bagi wilayah perbatasan itu.
Syafri Habe, masyarakat Nunukan, menyampaikan pandangannya melalui pesan di grup WhatsApp, ia menilai para anggota DPRD yang ikut dalam rombongan memiliki tanggung jawab moral dan politik setelah menyaksikan langsung kondisi jalan yang rusak parah.
“Ketua Komisi I, Ketua Komisi II, Ketua Komisi III dan Sekwan ikut, artinya mereka melihat sendiri kenyataan di lapangan, tentu tidak sulit menyuarakan usulan anggaran untuk kebutuhan masyarakat,” katanya, Rabu (11/02/2026).
Dalam perjalanan tersebut, rombongan DPRD harus melewati jalan berlumpur tebal, kendaraan yang digunakan bahkan lebih sering merayap untuk keluar dari kubangan, situasi ini menjadi gambaran nyata tantangan akses yang dihadapi warga setiap hari.
Syafri menyebut Krayan Timur memiliki potensi ekonomi besar, sawah hijau membentang, hasil kebun melimpah. Namun tanpa infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai, potensi itu sulit berkembang maksimal.
“Makanya anggota legislatif dinanti usulannya ke pemerintah, mereka harus kawal agar apa yang dilihat itu benar-benar ada perubahan ke depan,” ujarnya.
Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, sebelumnya menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan melihat kondisi riil masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas kewenangan demi peningkatan infrastruktur.
Sepanjang perjalanan, rombongan menyaksikan hamparan sawah yang hijau dan subur di sisi kiri dan kanan jalan.
Berbagai komoditas pertanian seperti padi, nanas, dan hasil kebun lainnya tumbuh dengan baik, menandakan besarnya potensi ekonomi masyarakat Krayan Timur.
Namun potensi tersebut, menurut Andi Fajrul, belum mampu berkembang optimal akibat keterbatasan akses jalan, biaya angkut hasil panen menjadi sangat mahal karena sulitnya distribusi menuju pusat-pusat ekonomi.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, DPRD Nunukan juga menyoroti keterbatasan layanan kesehatan di Krayan Timur, hingga kini, wilayah tersebut belum memiliki puskesmas yang memadai dan masih bergantung pada pos pelayanan terpadu (postu). (*)











Discussion about this post