Kamis, Februari 12, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Daerah

Meniti Harapan di Atas Jembatan Kayu Krayan

Catatan dari Kunjungan Andi mulyono di Perbatasan Indonesia–Malaysia

by Grande Media
12/02/2026
in Daerah, DPRD NUNUKAN, Nunukan
0
Meniti Harapan di Atas Jembatan Kayu Krayan

Ketua Komisi I Andi Mulyono monitoring jalan di Krayan

Share on FacebookShare on Twitter

KRAYAN- Di balik hamparan sawah organik yang hijau dan udara sejuk Dataran Tinggi Krayan, tersimpan cerita tentang harapan yang terus diperjuangkan.

Beras adan yang harum hingga mancanegara, beras gunung, dan beras hitam menjadi kebanggaan masyarakat perbatasan.

Komoditas itu bukan sekadar hasil tani, melainkan identitas dan sumber penghidupan warga Krayan.

Namun di tengah potensi besar tersebut, langkah pembangunan terasa tertatih, jalan berlumpur dan jembatan kayu yang rapuh masih menjadi penghubung antar desa.

Di musim hujan, akses berubah menjadi kubangan tebal yang membuat aktivitas ekonomi nyaris terhenti.

Kondisi inilah yang ditemukan langsung oleh rombongan DPRD Nunukan saat melakukan kunjungan kerja ke Krayan, Rabu (11/02/2026).

Rombongan terdiri dari Ketua Komisi I Andi Mulyono, Ketua Komisi II Andi Fajrul Syam, Ketua Komisi III Ryan Antoni, serta Sekretaris Komisi II Ramsah.

Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, tak menutupi keprihatinannya, baginya, Krayan bukan wilayah biasa.

“Krayan ini bukan wilayah biasa, ini perbatasan Indonesia–Malaysia, harus ada perlakuan khusus dalam pembangunan,” tegas Andi di sela monitoring lapangan.

Ia menunjuk langsung pada jembatan penghubung antar desa yang masih terbuat dari papan dan balok kayu, beberapa bahkan bergoyang saat dilintasi pejalan kaki.

“Sekarang sudah 2026, kalau Indonesia merdeka 1945, masa kita masih melihat jembatan kayu dilalui mobil bermuatan berat, Ini soal keselamatan jiwa,” ujarnya.

Nada suaranya meninggi ketika menyinggung potensi bahaya yang mengintai warga setiap hari.

Pemerintah, menurutnya, tidak boleh menunggu korban baru bergerak.

“Pencegahan itu kewajiban, jangan sampai terjadi musibah baru kita bertindak,” tambahnya.

Dari hasil identifikasi sementara, terdapat sekitar tujuh jembatan di ruas Long Bawang–Long Umung yang mendesak diperbaiki, sementara itu, banyak titik lain juga memerlukan perhatian karena Krayan didominasi sungai-sungai kecil yang harus dilintasi warga untuk beraktivitas.

Tak hanya jembatan, kondisi jalan penghubung antar wilayah pun dinilai sangat ekstrem, saat hujan turun, kendaraan biasa nyaris tak bisa melintas.

“Masyarakat seperti dijajah oleh jalan, hujan sedikit saja aktivitas bisa terhenti. Beda dengan di kota, hujan atau panas ekonomi tetap berjalan,” kata Andi.

Akses darat menuju Malinau yang diharapkan menjadi jalur strategis pembuka keterisolasian pun belum sepenuhnya layak.

“Kalau mau tembus harus kendaraan khusus dengan ketinggian tertentu, tidak semua masyarakat punya itu,” jelasnya.

Keterbatasan akses ini berdampak langsung pada orientasi ekonomi warga, untuk membeli semen, material bangunan, kebutuhan rumah tangga hingga mengakses pendidikan, warga Krayan justru lebih mudah menjangkau Lawas, Malaysia, ketimbang Nunukan.

“Kalau didatangkan dari Nunukan harus pakai pesawat dan bayar mahal, akhirnya warga lebih memilih ke Malaysia,” ujarnya.

Padahal, pembangunan infrastruktur Krayan telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) wilayah perbatasan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama pemerintah pusat merencanakan pembangunan 11–12 jembatan pada 2026 dengan total anggaran sekitar Rp700 miliar.

Selain itu, pembangunan jembatan penghubung Malinau–Krayan telah dimulai pada Desember 2025 dengan alokasi Rp150 miliar dari Kementerian Keuangan.

Proyek preservasi jalan dan jembatan ruas Lembudud–Long Layu senilai Rp473 miliar juga ditargetkan rampung September 2026.

Namun menurut Andi, besarnya anggaran harus diiringi percepatan dan pengawasan ketat.

“Anggaran besar harus benar-benar terasa manfaatnya, jangan sampai masyarakat masih meniti kayu lapuk sementara ratusan miliar sudah dialokasikan,” tegasnya.

Ia mendorong adanya kebijakan afirmatif khusus untuk wilayah perbatasan, baik melalui regulasi maupun instruksi presiden.

“Kalau perlu ada kebijakan khusus untuk seluruh perbatasan Indonesia–Malaysia, tidak bisa disamakan dengan wilayah lain,” katanya.

Bagi Andi, persoalan infrastruktur di Krayan bukan semata soal ekonomi, ini juga menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan warga.

Fasilitas rumah sakit masih terbatas, dokter spesialis belum tersedia, dan peralatan medis belum maksimal.

“Kalau ada pasien darurat, sementara jalannya rusak dan jembatannya kayu, bagaimana keselamatannya, Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal nyawa,” ujarnya.

Di tengah potensi beras adan yang mendunia dan semangat masyarakat menjaga perbatasan, Krayan masih menunggu satu hal mendasar yaitu akses yang layak.

“Untuk infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, tidak ada kata tidak,” tutup Andi.

Di Krayan, harapan itu masih setia meniti papan-papan kayu, menunggu benar-benar digantikan beton yang kokoh. (*)

Previous Post

Masuk Proyek Strategis Nasional, Tapi Fisik Tak Kunjung Ada

Next Post

Dua Tahun Diduga Terjadi, Kepala SDN 001 Menghilang Saat Kasus Viral

Berita Lainnya

Masuk Proyek Strategis Nasional, Tapi Fisik Tak Kunjung Ada
Ekonomi

Masuk Proyek Strategis Nasional, Tapi Fisik Tak Kunjung Ada

11/02/2026
Uji Kebijakan di Jalan Lumpur Krayan Timur, Catatan Perjalanan Andi Fajrul Syam
Ekonomi

Syafri Habe : DPRD Sudah Lihat Sendiri, Kini Saatnya Kawal Anggaran Jalan Krayan Timur

11/02/2026
DPRD Nunukan Turun ke Perbatasan, Dengarkan Langsung Harapan Warga Krayan Timur
Daerah

DPRD Nunukan Turun ke Perbatasan, Dengarkan Langsung Harapan Warga Krayan Timur

11/02/2026
Uji Kebijakan di Jalan Lumpur Krayan Timur, Catatan Perjalanan Andi Fajrul Syam
Kalimantan Utara

Uji Kebijakan di Jalan Lumpur Krayan Timur, Catatan Perjalanan Andi Fajrul Syam

10/02/2026
Gerakan Indonesia Asri di Islamic Center Nunukan, Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Lingkungan
Nunukan

Gerakan Indonesia Asri di Islamic Center Nunukan, Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Lingkungan

10/02/2026
Masyarakat Adat Dayak Tahol Anugerahkan Gelar Kalawon Saraton kepada Bupati Nunukan
Nunukan

Masyarakat Adat Dayak Tahol Anugerahkan Gelar Kalawon Saraton kepada Bupati Nunukan

09/02/2026
Next Post
Dua Tahun Diduga Terjadi, Kepala SDN 001 Menghilang Saat Kasus Viral

Dua Tahun Diduga Terjadi, Kepala SDN 001 Menghilang Saat Kasus Viral

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.