NUNUKAN — Upaya penyelundupan 14 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural ke Malaysia berhasil digagalkan aparat gabungan dalam operasi tangkap tangan di perairan Tinabasan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (26/03/2026).
Operasi melibatkan Tim Quick Response Lanal Nunukan bersama Satgas Ops Intelmar 26, Satgas Ops Samurai-26.I, Satgas Intelstrat Asahan 26 Bais TNI, BP3MI Kalimantan Utara, serta SGI Kodam VI/Mulawarman.
Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, S.T., M.Tr.Opsla, menjelaskan penggagalan bermula dari patroli rutin yang mendeteksi satu unit speedboat mencurigakan bergerak menuju wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Saat hendak diperiksa, kapal tersebut justru berupaya menghindar, memicu aksi pengejaran oleh tim di lapangan.
“Speedboat tersebut mencoba melarikan diri ketika akan dilakukan pemeriksaan, tim kami langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikannya,” ujar Komandan Lanal Nunukan.
Aksi tersebut terjadi pada pukul 08.22 WITA di titik koordinat 4°08’54.43″ LU – 117°38’29.84″ BT, tepat di depan simpang tiga perbatasan Indonesia–Malaysia.
Setelah berhasil dihentikan, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan 14 orang CPMI non prosedural yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa.
Mereka diduga hendak diberangkatkan menuju Kalabakan, Malaysia, tanpa dokumen resmi.
Selain itu, aparat juga mengamankan seorang yang diduga berperan sebagai calo dalam proses pemberangkatan ilegal tersebut, serta seorang motoris speedboat berinisial N.
Menurut Primayantha Maulana Malik, dari hasil pendalaman awal, para CPMI diketahui telah membayar biaya sebesar Rp800.000 untuk perjalanan menuju Nunukan, selanjutnya, mereka diminta membayar sekitar RM700 atau setara Rp3 juta kepada calo setibanya di Malaysia.
Dan rencana penyeberangan dilakukan menggunakan speedboat bermesin 115 PK berwarna biru yang digunakan untuk melintas dari Nunukan menuju Kalabakan melalui jalur tidak resmi.

Seluruh CPMI beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada BP3MI Kalimantan Utara untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Komandan Lanal Nunukan menegaskan bahwa operasi ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan sekaligus menindak tegas praktik penyelundupan manusia.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perbatasan, setiap upaya pelanggaran hukum, khususnya penyelundupan manusia, akan kami tindak tegas,” tutupnya. (*Rls)








Discussion about this post