TANJUNG SELOR – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Komisi I mendorong aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan dan patroli menyusul meningkatnya isu kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait di ruang rapat pimpinan DPRD Kaltara, Senin (13/04/2026).
Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin, ST, menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Bulungan dan kawasan KTT.
“Keamanan adalah kunci utama pembangunan. Tidak boleh ada kesan pembiaran terhadap situasi yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, seperti dugaan aksi begal di jalur Sekatak–Bengara dan Sekatak–Betayau, praktik sabung ayam, serta peredaran narkoba.
Meski demikian, pihak kepolisian menyebut belum menerima laporan resmi terkait aksi begal sepanjang Januari hingga April 2026. Perwakilan Polda Kaltara, Kombes Pol. Yudistira Windiawan, menilai maraknya informasi di media sosial turut memengaruhi persepsi masyarakat.
“Tanpa laporan resmi, penanganan akan sulit dilakukan. Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui kejadian,” ujarnya.
Sementara itu, Polresta Bulungan mencatat adanya peningkatan tren kasus kriminalitas dengan empat laporan sepanjang 2026, di mana satu kasus telah berhasil diselesaikan. Aparat juga telah meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan.
Dalam forum tersebut, unsur TNI dan Satpol PP menyatakan kesiapan mendukung pengamanan wilayah sesuai kewenangan masing-masing.
DPRD Kaltara kemudian merumuskan sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan pos pengamanan di titik rawan, pengaktifan kembali poskamling, peningkatan patroli rutin, serta sosialisasi kepada masyarakat agar lebih aktif melaporkan tindak kriminal.
Alimuddin juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, termasuk menjamin perlindungan bagi pelapor.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan angka kriminalitas dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kalimantan Utara.(*)








Discussion about this post