TARAKAN – Realisasi penerimaan negara Kantor Bea Cukai Tarakan hingga akhir Maret 2026 masih berada di level rendah. Dari target Rp679 miliar, capaian baru menyentuh Rp3,34 miliar.
Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menyebut kondisi ini terjadi karena sebagian besar target penerimaan tahun ini bertumpu pada sektor bea keluar batu bara.
“Sekitar Rp650 miliar target berasal dari bea keluar batu bara. Namun sampai saat ini regulasi teknisnya masih dalam proses pembahasan di kementerian,” ujarnya kepada awak media, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, komponen penerimaan yang sudah terealisasi berasal dari bea masuk, denda administrasi, bea keluar, serta cukai dengan total Rp3,34 miliar. Angka tersebut masih akan bergerak seiring optimalisasi pengawasan dan penegakan hukum di lapangan.
Di tengah keterbatasan realisasi penerimaan, aktivitas penindakan tetap berjalan intensif. Sepanjang triwulan pertama, Bea Cukai Tarakan mencatat 18 kali penindakan terhadap berbagai pelanggaran.
“Sebagian besar terkait rokok ilegal, selain itu ada juga narkotika dan pelanggaran kepabeanan lainnya,” jelasnya.
Total nilai barang yang berhasil diamankan dari seluruh penindakan tersebut mencapai Rp2,86 miliar. Penindakan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari operasi pasar hingga patroli laut dan pengawasan di pelabuhan.
Meski intensitas penindakan cukup tinggi, Wahyu menilai pola pelanggaran belum mengalami perubahan signifikan. Modus yang digunakan pelaku masih tergolong konvensional dan telah diantisipasi melalui pola pengawasan rutin.
Untuk proses hukum, beberapa kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan, sementara lainnya masih dalam tahap penyelesaian maupun penetapan sebagai barang milik negara.
Selain itu, Bea Cukai Tarakan juga terus memperkuat pengawasan di jalur masuk barang, khususnya di Pelabuhan Malundung dan bandara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas arus barang serta mengantisipasi dinamika perdagangan global.
“Pengawasan kami tingkatkan, terutama untuk komoditas strategis yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pelaku usaha, khususnya dalam aktivitas ekspor. Menurutnya, Tarakan memiliki potensi besar sebagai pintu ekspor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau aktivitas ekspor terus berjalan baik, dampaknya bukan hanya ke penerimaan negara, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah,” tutupnya. (*)








Discussion about this post