TENGGARONG – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menunjukkan respons cepat dalam operasi kemanusiaan dengan mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di perairan Selat Makassar selama dua hari akibat kerusakan mesin kapal. Proses penyelamatan dilakukan pada Kamis, 9 April 2026, di sekitar dua mil dari pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kapal nelayan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin dan kemudian tidak dapat melanjutkan pelayaran di perairan GTS-Q. Kondisi itu membuat kapal hanyut dan para nelayan terjebak di tengah laut tanpa kepastian arah.
Selama dua hari, para nelayan berusaha meminta bantuan dengan mencari sinyal komunikasi, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya informasi keberadaan mereka diterima oleh tim patroli keamanan PHM yang sedang bertugas pada malam hari sekitar pukul 19.00 WITA.
Meskipun lokasi kejadian berada di luar area patroli rutin, PHM segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama unit Maritim dan Marine untuk melakukan penyisiran. Operasi pencarian kemudian mendapat izin dengan mempertimbangkan kondisi darurat dan aspek kemanusiaan.
Tim keamanan PHM menggunakan kapal patroli Ruhen 27 untuk melakukan penyisiran di radius sekitar dua kilometer persegi. Setelah kurang lebih satu jam pencarian, kapal nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi terapung dan tidak dapat bergerak.
Seluruh nelayan kemudian dievakuasi dan ditarik menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan tempat yang aman serta penanganan lebih lanjut.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan sehingga seluruh nelayan dapat diselamatkan dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, seluruh nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski sempat terombang-ambing dengan persediaan terbatas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan, tidak hanya dalam operasi migas, tetapi juga dalam kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar wilayah kerja.
“Keselamatan adalah nilai utama kami. Respons cepat ini mencerminkan komitmen PHM terhadap keselamatan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
PHM merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8 yang mengelola Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung keberlanjutan energi nasional.(*)








Discussion about this post