JAKARTA – Meningkatnya investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Kaltara mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api.
Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi Kaltara telah mencapai sekitar Rp14,3 triliun atau 46,78 persen dari target tahunan sebesar Rp30,55 triliun.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengatakan pertumbuhan investasi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang mampu menunjang kegiatan ekonomi dan distribusi komoditas.
Hal itu disampaikan Zainal saat membuka rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
“Capaian ini bukan hanya angka. Ini menunjukkan Kaltara memiliki potensi ekonomi yang besar dan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi,” ujar Zainal.
Menurutnya, meningkatnya minat investor terhadap Kaltara perlu diikuti dengan pembangunan konektivitas yang memadai. Salah satu infrastruktur yang dinilai strategis adalah jaringan kereta api.
Kereta api diharapkan dapat mendukung kebutuhan angkutan komoditas sekaligus memperkuat hubungan antara kawasan produksi, kawasan industri dan pusat distribusi.
Namun, Zainal mengingatkan pembangunan jaringan kereta api harus memperhitungkan aspek kelayakan investasi. Proyek tersebut harus memberikan manfaat ekonomi yang jelas bagi pemerintah maupun dunia usaha.
“Yang kita cari adalah kerja sama yang memberikan manfaat dan keuntungan secara adil bagi semua pihak,” katanya.
Karena itu, PT INTRA sebagai pihak inisiator diminta memperkuat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang berpotensi menjadi pengguna jasa maupun operator kereta api.
Menurut Zainal, keterlibatan dunia usaha penting untuk memastikan desain dan skema investasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa aspek teknis, tata ruang dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi bagian dari pembahasan.
“Kita ingin membangun infrastruktur yang menjawab kebutuhan ekonomi, tetapi tetap menjaga lingkungan untuk generasi berikutnya,” tegasnya.
Pemprov Kaltara, kata Zainal, siap memfasilitasi komunikasi antara PT INTRA, perusahaan dan pemangku kepentingan terkait sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit juga diharapkan memberikan dukungan karena kedua sektor tersebut berpotensi menjadi pengguna utama angkutan kereta api.
Zainal berharap pembahasan mengenai skema investasi dan kerja sama dapat segera menghasilkan keputusan yang lebih konkret.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa groundbreaking. Insyaallah kereta api pertama di Kalimantan bisa dimulai dari Kaltara,” pungkasnya. (dkisp)









Discussion about this post