NUNUKAN – Pengelolaan kawasan konservasi di wilayah perbatasan membutuhkan kerja bersama, tidak hanya oleh pengelola kawasan, tetapi juga pemerintah daerah, instansi vertikal, pemangku kepentingan hingga masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) Seno Pramudito, S.Hut., M.E., di Kabupaten Nunukan sejak Rabu (16/09/2026) hingga Sabtu (19/09/2026).
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan membangun jejaring kolaborasi dengan sejumlah unsur pimpinan instansi di wilayah perbatasan.
Komunikasi lintas instansi tersebut berlangsung dalam suasana santai melalui makan malam bersama di Kantor Seksi Tanam Nasional Kayan Mantarang Wilayah I Balai TNKM, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan itu dimanfaatkan Seno untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan tugas dan fungsi BTNKM dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Seno menegaskan, pengelolaan TNKM tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, dukungan dan komunikasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan sejalan dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami membutuhkan komunikasi, kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah, instansi vertikal, stakeholder, maupun masyarakat. Karena apa yang kita lakukan di kawasan ini pada akhirnya juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Seno.
Menurutnya, komunikasi lintas instansi menjadi semakin penting karena Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik wilayah perbatasan dengan kondisi geografis yang luas dan beragam. Karena itu, berbagai potensi maupun persoalan yang muncul membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Kita ingin komunikasi ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi bagaimana ke depan bisa menjadi kolaborasi dalam melihat potensi dan persoalan yang ada. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga perlu ada kebersamaan untuk mencari solusi dan mendorong hal-hal yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan konservasi, tetapi juga menyentuh berbagai potensi daerah dan kondisi masyarakat Nunukan. Sejumlah hal seperti potensi ekonomi lokal, perdagangan, kuliner hingga tantangan aksesibilitas dan transportasi menjadi bagian dari obrolan antarpimpinan instansi.
Bagi BTNKM, komunikasi semacam ini menjadi penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai posisi kawasan konservasi dalam konteks pembangunan wilayah perbatasan.
Kawasan TNKM tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
Kepala Seksi Wilayah I Long Bawan BTNKM, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara BTNKM dengan berbagai pihak di Kabupaten Nunukan.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda kerja Kepala Balai sekaligus untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Harapannya, sinergitas yang sudah ada bisa semakin kuat dan ke depan kita dapat bersama-sama mendukung program yang berkaitan dengan kawasan dan masyarakat,” ujar Hery.

Sementara itu, salah satu pimpinan instansi vertikal di Nunukan, Kepala Bandara Nunukan, Faisal, menyampaikan bahwa komunikasi dan kebersamaan antarlembaga di Kabupaten Nunukan telah terbangun cukup baik.
“Di Nunukan ini kita ada perkumpulan dari masing-masing instansi vertikal. Kebersamaan ini mungkin hanya ini yang saya dengar di Indonesia, sangat akrab dan terjalin komunikasi serta kolaborasi,” ujarnya.
Suasana pertemuan pun berlangsung cair. Obrolan mengenai pekerjaan, kondisi daerah hingga berbagai hal ringan menjadi bagian dari makan malam bersama tersebut.
Bagi BTNKM, suasana informal seperti ini menjadi ruang untuk membangun kedekatan sekaligus membuka komunikasi yang lebih luas.
Dari komunikasi tersebut diharapkan lahir kolaborasi yang tidak hanya mendukung pengelolaan kawasan TNKM, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dengan semakin kuatnya jejaring antarlembaga, pengelolaan kawasan konservasi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan pembangunan dan kepentingan masyarakat, sehingga upaya menjaga alam tetap sejalan dengan semangat membangun wilayah perbatasan Nunukan. (*)











Discussion about this post