Sabtu, Oktober 31, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Daerah

Agro Muda Nunukan Dorong Generasi Muda Terlibat Bangun Ketahanan Pangan

by Grande Media
31/10/2026
in Daerah, Ekonomi, Nunukan, Opini, Pendidikan
0
Agro Muda Nunukan Dorong Generasi Muda Terlibat Bangun Ketahanan Pangan
Share on FacebookShare on Twitter

NUNUKAN – Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Nunukan.

Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan daerah, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan sektor pertanian memiliki penerus yang mampu berinovasi dan mengembangkan potensi lokal.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Widodo, S.PKP., M.Si., menggagas inovasi Agro Muda Nunukan – Pertanian Goes to School & Campus.

Gagasan ini bertujuan memperkenalkan dunia pertanian kepada pelajar dan mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha di bidang agribisnis.

Widodo menilai, tantangan ketahanan pangan di Nunukan memiliki karakteristik tersendiri sebagai daerah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kondisi geografis, konektivitas antardaerah, distribusi pangan, hingga kebutuhan mengoptimalkan potensi pertanian lokal menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ketersediaan beras, jagung, sayuran, maupun komoditas pertanian lainnya. Lebih dari itu, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa dan fondasi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Widodo dalam gagasannya, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi dari petani yang ada saat ini.

Diperlukan regenerasi petani, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta keterlibatan anak muda untuk membangun sektor pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing.

Melalui Agro Muda Nunukan, ia ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian.

Sektor ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang identik dengan kegiatan bercocok tanam, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan kreativitas, teknologi, dan jiwa kewirausahaan.

“Gagasan dasarnya sederhana, tetapi memiliki makna strategis: pertanian harus diperkenalkan sejak dini, tidak hanya sebagai aktivitas bercocok tanam, tetapi sebagai sektor usaha yang menjanjikan, berbasis teknologi, memiliki nilai ekonomi, dan menjadi bagian dari solusi masa depan,” jelasnya.

Pendekatan Pertanian Goes to School & Campus menjadi salah satu cara untuk mendekatkan dunia pertanian dengan lingkungan pendidikan. Pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan didorong mengenal pertanian tidak hanya melalui teori, tetapi juga praktik secara langsung.

Salah satu kegiatan yang telah dilakukan yakni sosialisasi bersama mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pengenalan praktik budidaya jagung, mulai dari teknik penanaman hingga pendampingan di lapangan bersama penyuluh pertanian.

Selain lingkungan kampus, pengenalan pertanian juga dilakukan melalui kegiatan penyuluhan bersama Pramuka, keterlibatan ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap pertanian sejak dini, sekaligus membangun karakter mandiri, disiplin, dan jiwa kewirausahaan generasi muda.

Widodo melihat, anak muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi informasi, kreativitas, serta kemampuan membangun jejaring.

Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian modern, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha agribisnis.

“Generasi muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi informasi, kreativitas, dan kemampuan membangun jejaring. Potensi tersebut perlu diarahkan untuk menciptakan model pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” tuturnya.

Berbagai komoditas lokal seperti jagung, padi, singkong, pisang, durian, dan sayuran juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif.

Dengan pendampingan dan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan pangan daerah.

Dalam pengembangan gerakan ini, penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai fasilitator, pendamping, motivator, dan penghubung antara pengetahuan dengan praktik di lapangan.

Kehadiran penyuluh di sekolah, kampus, dan komunitas pemuda diharapkan dapat memperluas pengenalan sektor pertanian kepada generasi penerus.

Namun, keterlibatan anak muda tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Diperlukan pendampingan berkelanjutan, akses sarana produksi, pemanfaatan teknologi, pengembangan pasar, serta dukungan terhadap usaha rintisan agribisnis agar minat generasi muda dapat berkembang menjadi kegiatan produktif.

Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, penyuluh, petani, pelaku usaha, dan komunitas kepemudaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem regenerasi pertanian di Nunukan.

Widodo berharap semakin banyak anak muda Nunukan yang bangga terjun ke sektor pertanian, berani berinovasi, mengembangkan produk pangan lokal, serta melihat agribisnis sebagai peluang masa depan.

“Nunukan membutuhkan generasi muda yang tidak malu menjadi petani, tidak takut berinovasi, dan tidak ragu menjadikan pertanian sebagai masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda memaknai semangat Sumpah Pemuda sebagai dorongan untuk mengambil peran dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk melalui kemandirian pangan.

“Jika pemuda dahulu bersatu untuk memerdekakan bangsa, maka pemuda hari ini harus bersatu untuk memerdekakan bangsa dari ketergantungan pangan,” pungkas Widodo.

Melalui Agro Muda Nunukan, pertanian diharapkan tidak hanya menjadi sektor pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi dan melahirkan generasi petani muda yang mandiri serta berdaya saing. (*)

Previous Post

Dari Ponpes Hidayatullah, Kapolda Kaltara Serukan Santri Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba

Berita Lainnya

Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan
Ekonomi

Kaltara Masuk Dua Besar Kenaikan IPH Nasional, Pemprov Minta TPID Waspadai Harga Pangan

30/10/2026
Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan
Kalimantan Utara

Masuk ke Bodi Motor, Tenggiling Dievakuasi Damkar Nunukan

30/10/2026
Polisi Gagalkan Keberangkatan 30 Calon PMI ke Malaysia, 7 Anak Ikut Dicegah
Daerah

Polisi Gagalkan Keberangkatan 30 Calon PMI ke Malaysia, 7 Anak Ikut Dicegah

27/10/2026
Saka Adhyasta Pemilu Nunukan Bidik 21 Kecamatan pada 2027
Daerah

Saka Adhyasta Pemilu Nunukan Bidik 21 Kecamatan pada 2027

24/10/2026
Pramuka Nunukan Pamerkan Karya Kreatif Berbasis Budaya, Rahmawati Dorong Jadi Produk Unggulan Daerah
Daerah

Pramuka Nunukan Pamerkan Karya Kreatif Berbasis Budaya, Rahmawati Dorong Jadi Produk Unggulan Daerah

24/10/2026
Pemasangan Jaringan Baru, Sejumlah Wilayah Nunukan dan Sebatik Terdampak Pemadaman Listrik
Daerah

Pemasangan Jaringan Baru, Sejumlah Wilayah Nunukan dan Sebatik Terdampak Pemadaman Listrik

23/10/2026

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.