BULUNGAN – Suasana pagi di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kabupaten Bulungan, Sabtu (31/10/2026), menjadi momentum silaturahmi antara jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Utara dengan para santri dan tokoh agama.
Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan Subuh Keliling dan melaksanakan salat Subuh berjemaah bersama para pengurus pondok pesantren, tokoh agama serta santri.
Didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltara, Kapolda kemudian melanjutkan kegiatan dengan berdialog dan menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus menjadi tantangan bagi masa depan generasi muda.
Kapolda mengingatkan para santri agar tidak pernah memberikan ruang bagi narkoba dalam kehidupan mereka.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki benteng yang kuat berupa keimanan, pendidikan dan lingkungan pergaulan yang positif.
“Jangan pernah mendekati apalagi mencoba narkotika. Sekali terjerumus, dampaknya dapat merusak masa depan, kesehatan, bahkan kehidupan kalian,” tegas Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik.
Ia berharap para santri mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak baik, berprestasi dan mampu membawa pengaruh positif di tengah masyarakat.
Selain memberikan pesan kepada para santri, Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk mengambil bagian dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, perang melawan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat kepolisian. Peran keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kepedulian, kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolda juga meminta masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian sehingga dapat dilakukan langkah-langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan Subuh Keliling tersebut menjadi salah satu upaya Polda Kaltara untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan humanis.
Tidak hanya hadir dalam pelaksanaan salat berjemaah, jajaran kepolisian juga membuka ruang komunikasi dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Melalui kebersamaan antara Polri, tokoh agama, pengurus pondok pesantren dan masyarakat, Kapolda berharap tercipta lingkungan yang religius, aman, harmonis serta semakin kuat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika di Kalimantan Utara.








Discussion about this post