NUNUKAN – Angka kemiskinan di Kabupaten Nunukan mengalami penurunan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, pada 2024 kemiskinan tercatat 5,73 persen, dan tahun 2025 turun menjadi 5,27 persen.
“Kami menghitung kemiskinan berdasarkan konsumsi kalori dan non-kalori. Kalori berarti makanan, sedangkan non-kalori misalnya pakaian dan kebutuhan pokok lainnya,” jelas Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, Senin (26/01/2026).
Survei dilakukan melalui SUSENAS dengan sampel rumah tangga di seluruh kabupaten.
“Tidak semua rumah tangga didatangi, cukup dengan sampel, hasilnya bisa mewakili seluruh Nunukan,” tambahnya.
Penurunan angka kemiskinan ini menurut Iskandar dipengaruhi beberapa factor, pertama, program Makan Berisi Gratis (MBG) di sekolah yang membantu meringankan beban pengeluaran keluarga.
“Kalau seorang ibu punya tiga anak dan mendapat MBG, uang yang seharusnya untuk makan bisa dialihkan ke kebutuhan lain, ini meningkatkan daya beli rumah tangga,” ujarnya.
Faktor lain adalah stabilnya harga rumput laut, salah satu sumber penghasilan warga, serta program intervensi pemerintah seperti BPJS yang ditanggung Pemda dan pemberian seragam sekolah gratis.
BPS Nunukan juga menekankan pentingnya data kemiskinan mikro melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini meranking seluruh penduduk dari desil 1 (paling tidak mampu) hingga desil 10 (paling mampu), sehingga bantuan pemerintah bisa tepat sasaran.
“Kalau pengeluaran rumah tangga di bawah batas kemiskinan, mereka dikategorikan miskin, sedikit di atas, masuk rentan miskin, semua dihitung per rumah tangga, bukan per individu,” jelas Iskandar.
Ia menambahkan bahwa angka kemiskinan bersifat dinamis. “Hari ini seseorang bisa masuk desil 1, besok bisa naik ke desil 5.
Setiap bulan angka bisa berubah, makanya ground check ke lapangan sangat penting sebelum bantuan disalurkan,” katanya.
Dengan data yang akurat dan program sosial yang tepat, BPS berharap penurunan angka kemiskinan di Nunukan bisa terus berlanjut, membawa kesejahteraan lebih banyak bagi masyarakat.











Discussion about this post