BERAU – Upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar berhasil digagalkan jajaran Polres Berau. Seorang pria berinisial SS alias WWN (30) ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 10 kilogram yang diperkirakan bernilai hingga Rp10 miliar.
Kapolres Berau, Ridho Tri Putranto, dalam rilis Selasa (17/3/2026), menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita di Jalan Ahmad Yani, jalur penghubung Kalimantan Timur–Kalimantan Utara.
Pelaku diamankan saat mengendarai mobil dengan nomor polisi KT 1379 FZ. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 10 paket sabu masing-masing seberat 1 kilogram yang disembunyikan di dalam pintu kendaraan bagian belakang.
“Modusnya dengan menyimpan sabu di dalam pintu mobil, baik sisi kanan maupun kiri, untuk mengelabui petugas,” ungkap Kapolres.
Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku hanya berperan sebagai kurir. Ia mengambil kendaraan yang telah berisi narkotika di Desa Wonomulyo, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, untuk kemudian dibawa menuju Samarinda.
Namun, sebelum sampai tujuan, pelaku yang telah masuk dalam target operasi berhasil ditangkap oleh tim gabungan kepolisian.
“Pelaku sempat berusaha mengelak, tetapi bukti yang ditemukan sangat kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, pengembangan kasus mengungkap bahwa pelaku telah beberapa kali melakukan pengiriman narkotika. Pada November 2025, ia mengirim sekitar 3 kilogram sabu ke Makassar. Sementara untuk pengiriman kedua, pelaku mengaku lupa jumlahnya.
“Ini adalah pengiriman ketiga, namun berhasil kita gagalkan,” tambah Kapolres.
Polisi juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan jaringan yang lebih besar. Satu nama berinisial MAN telah dikantongi dan diduga sebagai pengendali atau bandar yang memerintahkan pelaku.
Motif pelaku melakukan aksi tersebut diduga karena alasan ekonomi. Selain itu, pelaku diketahui merupakan residivis dalam kasus serupa.
Dengan jumlah barang bukti yang cukup besar, pelaku terancam hukuman maksimal berupa pidana mati sesuai undang-undang yang berlaku.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus guna membongkar jaringan peredaran narkotika lintas wilayah yang diduga terlibat dalam kasus ini. (*hms)








Discussion about this post