KRAYAN – Tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Sat Reskrim Polres Nunukan menunjukkan peran strategis dalam mendukung investigasi kecelakaan pesawat milik Pelita Air jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang jatuh di kawasan Gunung Pa’ Belaban, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (21/02/2026).
Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menyampaikan bahwa Inafis Polri memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahapan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara sistematis dan akurat untuk menunjang kerja teknis Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Tim Inafis melakukan pendokumentasian detail, identifikasi serpihan pesawat, serta pengamanan barang bukti agar proses analisis oleh KNKT dapat berjalan maksimal,” jelas Ipda Sunarwan.
Dalam kegiatan tersebut, Inafis bekerja bersama KNKT, unsur TNI, BPBD, Pertamina dan pihak bandara. Selain melakukan sterilisasi lokasi, petugas juga memasang garis polisi guna menjaga integritas TKP dari potensi gangguan.

Sumber: laman @Humas_PolresNunukan menerangkan, beberapa komponen penting turut diamankan, termasuk perangkat memori rekaman perjalanan (Garmin) dan sampel bahan bakar (avtur) untuk kepentingan uji laboratorium dan analisis lebih lanjut oleh KNKT.
Olah TKP berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 14.09 Wita dengan dukungan aparat gabungan dari Satgas Pamtas, Koramil 0911-06/Krayan, Polres Nunukan dan Polsek Krayan, Satgas AU, BPBD, Pertamina, serta Dishub Bandara Yuvai Semaring.

Ipda Sunarwan menegaskan, dukungan Inafis merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu proses investigasi kecelakaan transportasi agar berjalan profesional, transparan, dan sesuai prosedur.
“Sinergi lintas instansi ini menjadi bukti keseriusan bersama dalam menjaga keselamatan transportasi udara, khususnya di wilayah perbatasan,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan di lokasi berlangsung aman dan kondusif, sementara proses investigasi teknis KNKT masih terus berlanjut. (*)








Discussion about this post