TARAKAN — Ribuan langkah kaki memenuhi jalanan Kota Tarakan, Minggu (16/8/2026) pagi. Sekitar 1.500 pelari ambil bagian dalam KALTARUN 2026, ajang lari yang menjadi bagian dari rangkaian Kaltara Digital QRIS (KATALIS) 2026.
Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara itu bukan sekadar perhelatan olahraga. Di balik derap langkah para peserta, terselip pesan tentang konektivitas masyarakat dan peluang ekonomi di kawasan perbatasan.
KALTARUN 2026 dilepas langsung Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang dengan jarak tempuh 8,1 kilometer.
Peserta datang dari berbagai daerah di Kalimantan Utara dan sekitarnya. Bahkan, sejumlah pelari dari Malaysia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik melihat kehadiran peserta dari negara tetangga sebagai hal yang menarik.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang sederhana untuk mempertemukan masyarakat lintas wilayah dan negara.
“KALTARUN 2026 menempuh jarak 8,1 kilometer dan diikuti sekitar 1.500 pelari, baik dari Kalimantan Utara dan sekitarnya. Saya dengar akan ada pelari juga yang berasal dari Malaysia,” ujar Agus saat menghadiri puncak KATALIS 2026, Sabtu (15/8/2026) malam.
Namun, bagi Agus, kehadiran pelari dari Malaysia tidak berhenti pada persoalan olahraga. Momentum tersebut juga memiliki kaitan dengan semakin terbukanya konektivitas ekonomi antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Salah satunya melalui sistem pembayaran lintas negara atau QRIS Cross Border.
Agus menjelaskan, masyarakat Indonesia kini dapat memanfaatkan QRIS untuk melakukan transaksi di Malaysia pada merchant yang telah mendukung layanan tersebut. Begitu pula masyarakat Malaysia dapat menggunakan layanan pembayaran digital untuk melakukan transaksi di Indonesia.
“Ini kaitannya dengan QRIS Cross Border. Masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan QRIS untuk transaksi di Malaysia. Demikian pula masyarakat Malaysia dapat memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara,” jelasnya.
Menurut Agus, kemudahan transaksi tersebut menjadi peluang yang cukup besar bagi aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.
Semakin banyak masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang mudah, cepat dan praktis.
Bagi pelaku UMKM, kondisi tersebut juga membuka kesempatan untuk memperluas pasar dan menjangkau konsumen dari negara tetangga.
Karena itu, KALTARUN 2026 dinilai memiliki makna lebih luas. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan Malaysia secara tidak langsung memperkenalkan Tarakan dan Kalimantan Utara sebagai wilayah yang terbuka terhadap interaksi masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas batas.
Agus berharap kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan acara ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kaltara, masyarakat Tarakan, dan memberikan inspirasi bagi kita semua,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar semangat kebersamaan tetap dijaga.
“Jaga persatuan, jaga kebersamaan,” pesannya.
Dengan 1.500 peserta dan jarak 8,1 kilometer, KALTARUN 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis.
Ada cerita lain di baliknya: masyarakat bertemu, daerah diperkenalkan, negara tetangga ikut hadir, dan peluang ekonomi lintas batas semakin terbuka.
Dari langkah para pelari, KALTARUN 2026 membawa pesan bahwa konektivitas tidak hanya dibangun melalui jalan dan teknologi, tetapi juga melalui pertemuan masyarakat dan terbukanya peluang ekonomi.









Discussion about this post