NUNUKAN – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai malam bebupur, salah satu tradisi adat Suku Tidung bagi calon pengantin, yang digelar keluarga Rusdi di Jalan Sei Fatimah, kawasan SMK Negeri 1 Nunukan, Sabtu (17/10/2026).
Ketua DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, bersama puluhan anggota turut hadir dalam prosesi tersebut.
Kehadiran mereka tidak sekadar memenuhi undangan keluarga, tetapi juga menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian tradisi adat dan penguatan hubungan sosial di tengah masyarakat Nunukan yang beragam.
Malam bebupur berlangsung dalam suasana hangat, anggota LPADKT turut memeriahkan acara dengan mengikuti tarian jepen, sebelum prosesi memupur calon pengantin dilaksanakan.

Ryan Antoni yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Nunukan turut memberikan pupuran kepada calon pengantin sekaligus menyampaikan doa agar keduanya dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik. Anggota DPRD Nunukan, Adama, juga hadir bersama rombongan dan ikut memberikan pupuran.

Sekretaris DPC LPADKT Kabupaten Nunukan, Dayat, mengatakan kehadiran organisasinya merupakan bentuk penghormatan terhadap undangan keluarga besar Rusdi, selain itu, LPADKT juga dipercaya membantu menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kehadiran kami malam ini selain memenuhi undangan keluarga besar, juga diminta membantu pengamanan kegiatan. Kami ingin acara berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga seluruh keluarga serta tamu yang hadir bisa menikmati rangkaian kegiatan dengan nyaman,” ujarnya.
Untuk menambah kemeriahan malam bebupur, panitia juga menggelar sejumlah perlombaan, salah satunya lomba domino.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, LPADKT turut memberikan tambahan hadiah sebesar Rp2 juta di luar hadiah yang telah disiapkan oleh keluarga calon pengantin.
Dayat berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi kebersamaan dan sportivitas.
“Kami mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta, tetap jaga keamanan, junjung sportivitas, dan semoga seluruh rangkaian acara berjalan sukses,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ryan Antoni memperkenalkan anggota LPADKT yang hadir, termasuk delapan orang yang secara khusus datang dari wilayah Krayan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran anggota dari wilayah pedalaman itu menjadi gambaran semangat kebersamaan dan solidaritas di antara anggota organisasi.

Ryan menjelaskan, LPADKT telah berdiri selama 26 tahun dan beranggotakan masyarakat dari berbagai latar belakang suku.
Menurutnya, keberagaman bukan menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan, melainkan kekuatan untuk saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.
“Identitas kita satu, Laskar Pemuda Adat Kalimantan. Organisasi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan bersama-sama berpartisipasi dalam memajukan harkat, martabat, serta kesejahteraan masyarakat Dayak,” ungkap Ryan.
Kehadiran LPADKT dalam malam bebupur tersebut memperlihatkan bahwa tradisi adat tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, dan membangun kebersamaan antarkelompok masyarakat.
Di tengah keberagaman Kabupaten Nunukan, dukungan terhadap tradisi yang hidup di masyarakat menjadi salah satu cara merawat keharmonisan. Melalui kebersamaan seperti ini, nilai-nilai adat dan semangat persaudaraan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)








Discussion about this post