NUNUKAN – Partai NasDem Kabupaten Nunukan mulai memperkuat mesin organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 21 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di seluruh kecamatan didorong menjadi motor konsolidasi partai.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Nunukan, Hj. Asmawati Hafid, mengatakan penguatan struktur menjadi salah satu fokus utama setelah konsolidasi Partai NasDem se-Kalimantan Utara di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (28/8/2026) malam.
Menurut Asmawati, secara organisasi DPD Partai NasDem Kabupaten Nunukan berjalan sesuai mekanisme dan peraturan organisasi yang berlaku. Saat ini, 21 DPC telah terbentuk di seluruh kecamatan.
Selain itu, jaringan partai juga telah dibangun hingga 240 desa dan kelurahan. Namun, progres pembentukan struktur di tingkat tersebut baru mencapai sekitar 35 persen.
“21 DPC telah terbentuk di seluruh kecamatan, dengan WPRT di 240 desa/kelurahan. Saat ini pencapaian kita sekitar 35 persen,” kata Asmawati.
Ia menegaskan capaian tersebut belum cukup bagi NasDem Nunukan. Struktur yang telah terbentuk harus benar-benar bergerak dan memiliki fungsi di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin berhenti di angka 35 persen. Struktur bukan sekadar nama yang tercantum dalam administrasi. Struktur harus bergerak, struktur harus hidup, dan struktur harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
DPC Jadi Mesin Konsolidasi
Asmawati meminta seluruh DPC yang telah terbentuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi mesin konsolidasi partai di wilayah masing-masing.
Menurutnya, penguatan struktur hingga desa dan kelurahan akan menjadi fondasi penting untuk memperluas jaringan serta basis sosial NasDem menjelang Pemilu 2029.
“21 DPC harus bergerak menjadi mesin konsolidasi. Struktur yang ada harus kita hidupkan, dan sisanya harus terus kita kejar,” ujarnya.
Ia menyebut NasDem Nunukan juga akan memperkuat jaringan, basis sosial, basis struktural, serta kemampuan komunikasi kader.
Loyalitas terhadap perjuangan partai juga dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga kekompakan organisasi.
Asmawati menegaskan, kerja organisasi harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya ketika tahapan pemilu sudah dimulai.
Empat Kursi Jadi Modal
Penguatan struktur tersebut juga diarahkan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif NasDem di Nunukan.
Pada Pemilu 2019, NasDem hanya memperoleh satu kursi DPRD Kabupaten Nunukan. Jumlah tersebut meningkat menjadi empat kursi pada Pemilu 2024.
Empat kursi tersebut tersebar di empat daerah pemilihan, masing-masing satu kursi di Dapil 1, Dapil 2, Dapil 3 dan Dapil 4.
Capaian tersebut menjadi modal bagi NasDem untuk memasang target lebih tinggi pada Pemilu 2029.
“Target kami pada Pemilu 2029 adalah enam kursi DPRD Kabupaten,” kata Asmawati.
Dengan target tersebut, NasDem Nunukan juga membidik posisi pimpinan DPRD Kabupaten Nunukan untuk periode 2029–2034.
Asmawati mengatakan target enam kursi bukan sekadar slogan. Seluruh jajaran diminta menerjemahkannya melalui kerja organisasi, penguatan struktur, perluasan basis dan persiapan kader.
“Dari satu menjadi empat sudah kita buktikan. Dari empat menuju enam akan kita perjuangkan,” pungkasnya.
NasDem Nunukan kini mulai mengarahkan seluruh kekuatan organisasi untuk memperkuat basis hingga tingkat paling bawah. Bagi partai, struktur yang hidup di tengah masyarakat menjadi modal utama untuk mengejar target enam kursi pada Pemilu 2029. (*)








Discussion about this post