SEBATIK – Kondisi pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali kondusif setelah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat pasokan.
Penguatan pasokan dilakukan melalui pengiriman tiga kapal pengangkut BBM yang memasok kebutuhan enam SPBU di Pulau Sebatik. Proses pembongkaran seluruh muatan kapal tersebut telah selesai pada Jumat (25/9/2026).
Tiga kapal yang mengangkut pasokan BBM tersebut yakni SPOB Cahaya Nunukan Mandiri, SPOB Semoga Jaya, dan SPOB Alnas Energi Barokah.
Total muatan yang dibawa mencapai 415 kiloliter, terdiri atas Pertalite, Pertamax, dan Biosolar. Setelah pasokan didistribusikan ke SPBU, antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi berangsur terurai.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan BBM di Sebatik.
Menurut Edi, peningkatan konsumsi BBM membuat stok di sejumlah lembaga penyalur terserap lebih cepat. Kondisi tersebut kemudian diantisipasi dengan memperkuat pasokan melalui pengiriman tambahan.
“Pertamina memahami kebutuhan masyarakat akan pelayanan BBM yang lancar. Setelah pasokan dari ketiga kapal disalurkan ke SPBU, antrean telah terurai dan pelayanan kembali kondusif. Kami berterima kasih kepada masyarakat Sebatik atas kesabarannya selama proses penguatan pasokan berlangsung,” ujar Edi.
Ia memastikan stok BBM di SPBU Sebatik saat ini dalam kondisi aman. Pertamina juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap ketersediaan dan penyaluran BBM di masing-masing lembaga penyalur.
Untuk menjaga ketersediaan BBM tetap terjaga, pengiriman pasokan berikutnya telah disiapkan pada awal Oktober 2026. Penjadwalan distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi stok di lapangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur, Fuel Terminal Tarakan, dan pihak transportir untuk menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan di lapangan,” kata Edi.
Pertamina juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Pemantauan terhadap distribusi menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Dengan tambahan pasokan tersebut, Pertamina berharap pelayanan kepada masyarakat di Pulau Sebatik dapat terus berjalan secara normal dan kebutuhan BBM di enam SPBU dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.








Discussion about this post