TARAKAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level 1 secara terpadu di Fuel Terminal (FT) Tarakan dan Kantor Regional Pertamina Patra Niaga di Balikpapan, Rabu (5/8/2026).
Simulasi tersebut digelar untuk menguji kesiapsiagaan personel, keandalan sarana dan prasarana tanggap darurat, serta efektivitas koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kondisi darurat.
“Simulasi ini menguji kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan seluruh unsur dalam menyelamatkan korban, melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan energi,” ujar Edi.
Dalam simulasi tersebut, skenario diawali saat proses penerimaan Pertalite dari kapal menuju tangki T-06 berlangsung bersamaan dengan pekerjaan perbaikan tangki T-05.
Gangguan kemudian diskenariokan memicu pelepasan uap atau vapour release, flash, hingga tumpahan BBM di area tangki.
Merespons kondisi tersebut, petugas segera mengaktifkan alarm, menghentikan sementara kegiatan operasional, mengisolasi area terdampak, serta mengarahkan pekerja menuju titik kumpul atau assembly point.
Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kemudian melakukan sejumlah tindakan, mulai dari pengendalian flash, pendinginan fasilitas, penanganan tumpahan BBM, hingga pemantauan kondisi lingkungan.
Dalam skenario tersebut, tiga pekerja disimulasikan terdampak insiden. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan pertama. Dua di antaranya kemudian disimulasikan dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Penanganan selanjutnya ditingkatkan menjadi status OKD Level 1. Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Regional Kalimantan di Balikpapan turut diaktifkan untuk memperkuat dukungan personel, peralatan, layanan medis, pengamanan, hingga komunikasi.
Pelaksanaan simulasi melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Polsek Tarakan Timur, BPBD Kota Tarakan, Pertamina EP Tarakan Field, Koramil 090701, Polantas Polres Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung dan Gunung Lingkas, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kegiatan juga didukung Pemerintah Kota Tarakan, PMI, Rumah Sakit Pertamina Tarakan, PT Elnusa Petrofin Tarakan, Aviation Fuel Terminal (AFT) Juwata, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Tak hanya melibatkan unsur internal dan instansi pemerintah, simulasi juga mengikutsertakan masyarakat di kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas melalui latihan evakuasi menuju titik kumpul aman.
Latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jalur evakuasi serta tindakan yang harus dilakukan ketika menerima peringatan keadaan darurat.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan dapat berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat sesungguhnya,” jelas Edi.
Selain menguji respons di lapangan, Pertamina Patra Niaga turut menguji skema pasokan reguler, alternatif, hingga darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap terjaga apabila terjadi gangguan pada fasilitas operasional.
Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai, Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan prosedur, peningkatan kompetensi personel, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Melalui simulasi tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat aspek keselamatan, kesiapsiagaan, perlindungan masyarakat dan lingkungan, serta memastikan keandalan pelayanan energi di Kalimantan Utara. (*)








Discussion about this post