NUNUKAN – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, memberikan apresiasi tinggi terhadap respons cepat Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menyediakan armada transportasi melalui Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Udara Tahun 2026 untuk rute perintis Nunukan–Krayan.
Menurut Ryan, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah dataran tinggi Krayan.
“Selain mengapresiasi setinggi-tingginya, saya kira pemerintah kabupaten Nunukan melalui launching hari ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap Masyarakat, kalau dipikir-pikir, program ini direalisasikan begitu cepat. Rasanya baru kemarin ketuk palu, hari ini sudah dieksekusi. Kami sangat mengapresiasi kinerja seperti ini,” ungkap Ryan, Selasa (6/1/2026).
Ryan menambahkan, ke depan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga TNI, khususnya TNI AU dan TNI AL, sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan calon penumpang, terutama saat arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Di tahun 2025 masyarakat sempat merasakan dampak keterbatasan armada, seperti harus menggunakan KTP untuk diundi. Sekarang kita punya waktu satu tahun untuk membuat skema solusi yang lebih baik. Penting adanya komunikasi intens antar-pemerintah Kabupaten Kota, termasuk Nunukan, Bulungan, Malinau, dan Kota Tarakan sebagai kota transit. Sinergi ini harus dilakukan sejak dini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ryan menyoroti momen puncak angkutan Nataru, di mana 90 persen masyarakat Krayan merupakan pemeluk Kristen sehingga diprediksi terjadi lonjakan penumpang.
“Poin utamanya, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah melalui SOA yang didukung anggaran APBD,” tuturnya.
Secara pribadi, Ryan telah menyampaikan apresiasinya langsung kepada Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melalui sambungan telepon, menurut Bupati, penerbangan reguler rute Nunukan–Krayan akan dilakukan empat kali seminggu, namun pada momen libur sekolah, Agustusan, dan puncak Nataru, frekuensi penerbangan dapat ditambah menjadi enam kali seminggu.
“Sebagai bagian dari masyarakat Krayan, saya sangat mengapresiasi keseriusan Pemda dalam mempercepat program ini dan memikirkan skema tepat untuk mengantisipasi bulan-bulan padat, meskipun anggaran tahun depan tetap sama,” ujar Ryan.
Ryan menekankan harapannya agar komunikasi dan sinergi antar-pemerintah di Kaltara serta pihak TNI tidak hanya intens tetapi juga memperhatikan kemungkinan peningkatan anggaran, sehingga pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Krayan bisa lebih maksimal. (*)










Discussion about this post