Selasa, Februari 10, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Kalimantan Utara

Uji Kebijakan di Jalan Lumpur Krayan Timur, Catatan Perjalanan Andi Fajrul Syam

by Grande Media
10/02/2026
in Kalimantan Utara, Nunukan
0
Uji Kebijakan di Jalan Lumpur Krayan Timur, Catatan Perjalanan Andi Fajrul Syam

“Potret Kunjungan Lapangan di Akses Jalan Pedalaman”

Share on FacebookShare on Twitter

KRAYAN – Ketua Fraksi DPRD NasDem sekaligus Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., membagikan catatan perjalanannya menuju Krayan Timur, wilayah perbatasan yang hingga kini masih bergulat dengan persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Perjalanan menuju Krayan Timur, menurut Andi Fajrul, bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan yang menguji kesabaran dan komitmen negara terhadap wilayah perbatasan.

“Kalau ada yang bilang perjalanan itu romantis, mungkin mereka belum pernah melewati jalan seperti ini,” ujarnya.

Di hari pertama, Selasa (10/02/2026). Bersama angora DPRD Nunukan yang lain, jalan yang dilalui rombongan tidak hanya rusak, tetapi dipenuhi lumpur tebal. Kendaraan berjalan sangat pelan, bahkan lebih sering terasa merayap. Di tengah kondisi itu, Andi Fajrul sempat berkelakar dalam hati bahwa perjalanan ini bukan uji nyali, melainkan uji kebijakan.

Dengan menaiki mobil pickup Toyota Hilux, di kiri dan kanan jalan, hamparan sawah terlihat hijau dan subur. Beragam hasil pertanian warga seperti padi, nanas, dan komoditas kebun lainnya tumbuh dengan baik. Potensi pertanian Krayan Timur dinilai sangat besar. Namun, keindahan itu justru memunculkan kegelisahan.

“Potensinya luar biasa, tapi kemudian saya berpikir, bagaimana warga membawa hasil panen itu ke kota?” katanya.

Menurutnya, satu karung beras saja harus melewati medan berat dengan biaya tambahan yang tidak sedikit. Ongkos angkut membengkak, tenaga terkuras, dan pada akhirnya harga barang ikut naik hanya karena keterbatasan akses jalan.

“Kita sering bicara soal hilirisasi, nilai tambah, dan daya saing. Tapi bagaimana mau bersaing kalau dari ladang ke jalan utama saja sudah seperti ekspedisi alam liar,” tambahnya.

Perjalanan semakin terasa ketika rombongan tiba di sebuah jembatan kayu yang kondisinya memprihatinkan. Jembatan tersebut tampak miring, dengan papan yang mulai renggang. Setiap kendaraan yang melintas seolah disertai doa.

Yang paling menyentuh, kata Andi Fajrul, adalah melihat warga yang melintas dengan tenang, seakan sudah terbiasa dengan kondisi berisiko tersebut.

“Mereka terbiasa dengan kondisi, terbiasa dengan risiko, terbiasa dengan keterbatasan. Dan itu yang paling menyentuh, karena keterbatasan yang dialami terlalu lama akhirnya dianggap normal. Padahal ini tidak seharusnya normal,” ujarnya.

Selain infrastruktur, persoalan kesehatan juga menjadi sorotan. Hingga kini, di kecamatan tersebut belum berdiri puskesmas yang layak, hanya tersedia pos pelayanan terpadu (postu).

“Untuk wilayah perbatasan yang jauh dari pusat kota, ini bukan sekadar kekurangan fasilitas. Ini seperti pesan tak langsung bahwa pelayanan dasar belum sepenuhnya hadir,” kata Andi Fajrul.

Ia menyoroti kondisi warga yang harus melewati jalan berlumpur dan jembatan miring jika mengalami sakit serius. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keadilan layanan bagi masyarakat perbatasan.

Andi Fajrul menyadari sering muncul alasan bahwa persoalan jalan dan fasilitas kesehatan merupakan kewenangan pemerintah provinsi atau pusat. Namun ia menegaskan, rakyat tidak memilih kewenangan, melainkan memilih pemimpin.

“Pemimpin bukan hanya yang tahu batas administrasi, tetapi yang mau memperjuangkan, meski itu bukan domain langsungnya,” tegasnya.

Ia kembali menekankan bahwa hasil pertanian warga Krayan Timur sangat menjanjikan, namun nilai jualnya tergerus oleh mahalnya biaya logistik akibat buruknya akses. Harga barang menjadi mahal, ekonomi bergerak lambat, dan jawabannya terlihat jelas di medan jalan yang setiap hari dilalui warga.

“Krayan Timur bukan tempat untuk dikunjungi lalu dilupakan. Ia adalah cermin, apakah kita sungguh-sungguh menjadikan perbatasan sebagai prioritas, atau hanya prioritas dalam pidato,” ujarnya.

Menurutnya, selama warga masih harus melewati jalan rusak dan jembatan miring dengan rasa was-was setiap hari, serta pelayanan kesehatan masih sebatas postu, maka pekerjaan pemerintah belum selesai.

“Perbatasan bukan halaman belakang. Perbatasan adalah wajah depan negara. Dan wajah depan tidak boleh kita biarkan seperti ini,” pungkas Andi Fajrul.

Ia berharap catatan perjalanan ini tidak hanya menjadi cerita, tetapi menjadi pengingat bahwa ada warga yang setiap hari berjuang melewati keterbatasan—bukan karena pilihan, melainkan karena tidak ada pilihan lain. (*)

Tags: dprd nunukankaltara grandeKrayankrayan timurKunjunganLapanganPemerintahDaerahPengawasanPembangunanSerapAspirasi
Previous Post

Vamelia Ibrahim Soroti Peran Stakeholder dalam Pencegahan HIV/AIDS

Berita Lainnya

Vamelia Ibrahim Soroti Peran Stakeholder dalam Pencegahan HIV/AIDS
DPRD Kaltara

Vamelia Ibrahim Soroti Peran Stakeholder dalam Pencegahan HIV/AIDS

10/02/2026
Ungkap Kasus Narkoba Libatkan Oknum Polisi, Kapolres Tana Tidung Pastikan Proses Hukum Transparan
Kalimantan Utara

Ungkap Kasus Narkoba Libatkan Oknum Polisi, Kapolres Tana Tidung Pastikan Proses Hukum Transparan

10/02/2026
Gerakan Indonesia Asri di Islamic Center Nunukan, Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Lingkungan
Nunukan

Gerakan Indonesia Asri di Islamic Center Nunukan, Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Lingkungan

10/02/2026
Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Regulasi Tegas Soal Skrining HIV/AIDS di Nunukan
DPRD Kaltara

Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Regulasi Tegas Soal Skrining HIV/AIDS di Nunukan

10/02/2026
Dari Kaltara ke Serang, JMSI Ikuti Rangkaian HUT Organisasi
Kalimantan Utara

Dari Kaltara ke Serang, JMSI Ikuti Rangkaian HUT Organisasi

09/02/2026
H. Ladullah Minta Dinkes Nunukan Aktifkan Sosialisasi HIV/AIDS
DPRD Kaltara

H. Ladullah Minta Dinkes Nunukan Aktifkan Sosialisasi HIV/AIDS

09/02/2026

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.