TARAKAN – Pembahasan Rancangan Pergub Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Utara menjadi perhatian serius DPRD Kaltara. Anggota Komisi IV, Vamelia Ibrahim, S.E., menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan organisasi masyarakat.
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Tarakan, Senin (09/02/2026), Vamelia menyoroti praktik baik yang dilakukan di Kota Balikpapan, di mana organisasi anak daerah dan komunitas dilibatkan langsung dalam upaya pencegahan dan pelacakan kasus HIV/AIDS.
“Balikpapan itu sudah memanfaatkan organisasi lokalnya. Bahkan ketika ada kasus di lingkungan sekolah, mereka punya mekanisme penanganan yang jelas dan terstruktur,” jelasnya.
Menurut Vamelia, pendekatan tersebut bisa menjadi referensi bagi Kalimantan Utara agar Pergub yang disusun tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dan menyentuh akar permasalahan di masyarakat.
Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Kaltara siap menunggu dan membahas draft dari Dinas Kesehatan untuk kemudian disempurnakan bersama, khususnya pada pasal-pasal yang perlu ditambahkan. (*)








Discussion about this post