NUNUKAN – Sebanyak 857 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD Muhammadiyah 001 Nunukan, SDN 01 Nunukan, serta balita Posyandu Apel menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur, Senin (25/5/2026).
Peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendistribusian perdana tersebut berlangsung di SPPG Nunukan Timur, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Astrada Garuda Jaya sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Nunukan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tamu undangan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam, Wakil Wali Kota Tarakan sekaligus Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya Ibnu Saud, Owner Yayasan Astrada Garuda Jaya H. Nuwardi, Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, serta jajaran TNI-Polri lainnya.
Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian dapur MBG dan distribusi perdana makanan bergizi di Nunukan Timur.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
“Program MBG ini bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung operasional Dapur SPPG Nunukan Timur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, pihak sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Ibnu Saud menegaskan dapur MBG dibangun dengan mengedepankan standar kebersihan, kesehatan, dan kualitas makanan agar aman dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan gizi harian penerima manfaat.
Selain itu, pihak yayasan berkomitmen mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal hasil petani, peternak, dan nelayan Nunukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap seluruh pihak dapat terus mendukung dan mengawal program ini agar berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Nunukan,” tambahnya.
Sementara itu, sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Juni Mardiansyah menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi dengan baik.
Ia menegaskan bahwa Dapur SPPG Nunukan Timur bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat pelayanan pemenuhan gizi yang harus memenuhi standar “Zero Defect”, yakni higienis, bergizi, aman, dan layak konsumsi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Astrada Garuda Jaya beserta seluruh tim yang telah bekerja keras mulai dari tahap perencanaan, pembangunan hingga operasional dapur MBG ini,” katanya.
Menurutnya, Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang memiliki misi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka stunting sejak usia dini.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan program tersebut dengan baik, menjaga kesehatan, rajin belajar, serta menghormati guru dan orang tua.
Kepada pihak sekolah, ia meminta distribusi makanan dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan terdokumentasi dengan baik. Pengelola dapur MBG juga diminta terus menjaga kualitas bahan makanan, cita rasa, serta standar kebersihan.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Dapur Makan Bergizi Gratis SPPG Nunukan Timur resmi dinyatakan beroperasi dan pendistribusian perdana makanan bergizi dimulai.
Dengan beroperasinya dapur umum SPPG Nunukan Timur, total dapur umum MBG di Kabupaten Nunukan kini mencapai 11 unit dengan total 28.788 penerima manfaat.
Jumlah tersebut terdiri dari 24.649 peserta didik, 1.370 tenaga pendidik, 86 non tenaga pendidik, 1.911 balita, 288 ibu hamil, dan 456 ibu menyusui. (*dv)











Discussion about this post