KRAYAN BARAT – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai melaksanakan kegiatan Preservasi Jalan Ruas Lembudud–Long Layu sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas masyarakat di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dan telah disosialisasikan kepada masyarakat setempat di Balai Adat Krayan Barat.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, preservasi jalan ini didanai melalui APBN Murni Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 47.397.813.259,00. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Baratan sebagai kontraktor pelaksana.
Pengerjaan difokuskan pada ruas jalan Lembudud hingga Long Layu dengan panjang sekitar 3,8 kilometer. Meski belum mencakup seluruh wilayah Kecamatan Krayan Barat, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Perwakilan PT Baratan, Laode Rajab, menyampaikan bahwa pekerjaan fisik di lapangan telah berjalan efektif sejak awal Februari 2026. Ia optimistis target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai rencana.
“Insya Allah pada bulan September tahun ini jalan sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Krayan Barat, khususnya warga Lembudud,” ujar Laode Rajab. Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengutamakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap tahapan pekerjaan.
“Kami memastikan seluruh proses pembangunan berjalan aman, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pelaksana Tugas Camat Krayan Barat, Jemri, S.IP., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, khususnya dalam mendukung operasional alat berat di lapangan.
“Pembangunan ini merupakan peluang besar bagi kemajuan Krayan Barat. Mari kita dukung dan awasi bersama agar pekerjaan dapat berjalan sesuai perencanaan dan selesai tepat waktu,” tegas Jemri.
Sementara itu, Kepala Adat Besar Krayan Barat, Barru Ating, menegaskan bahwa lembaga adat siap bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat adat terkait kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan.
“Kami berharap pada titik-titik tertentu, terutama yang melintasi fasilitas umum, drainase atau parit jalan dapat dibangun secara permanen dengan sistem cor agar jalan aspal lebih tahan terhadap kerusakan akibat air hujan,” ungkap Barru Ating.
Melalui pembangunan Preservasi Jalan Ruas Lembudud–Long Layu ini, pemerintah berharap dapat memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menegaskan kehadiran negara dalam membangun infrastruktur di kawasan perbatasan. Proyek ini ditargetkan selesai pada September 2026. (*SIMP4TIK)










Discussion about this post