NUNUKAN – Komitmen menciptakan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungli, dan narkoba (Halinar) terus diperkuat Lapas Kelas IIB Nunukan. Rabu (6/5) malam, razia gabungan digelar dengan melibatkan aparat TNI, Polri, BNNK Nunukan, serta Polisi Militer.
Razia yang berlangsung selama dua jam tersebut menyasar kamar hunian warga binaan. Kegiatan ini bertujuan memastikan tidak adanya barang terlarang sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait komitmen Zero Halinar.
“Ini bagian dari langkah konkret kami untuk memastikan lapas tetap aman dan terbebas dari barang terlarang,” jelasnya.
Sebanyak 65 personel diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari petugas lapas dan unsur aparat penegak hukum. Sinergi lintas instansi dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan, terlebih dengan kondisi lapas yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.
Pihak Polres Nunukan menilai razia gabungan seperti ini efektif dalam mencegah potensi gangguan kamtib dan diharapkan dapat dilakukan secara rutin.
Sementara itu, Kepala BNNK Nunukan, Anton, menyebut kegiatan tersebut selaras dengan program nasional P4GN dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.
“Kami mendukung penuh dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari jajaran TNI yang mengapresiasi langkah Lapas Nunukan dalam menjaga keamanan meski di tengah keterbatasan.
Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak sesuai aturan. Seluruh temuan langsung diamankan untuk kemudian dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, Lapas Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari Halinar.(*)








Discussion about this post