TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat perekonomian Kaltara pada Triwulan I-2026 masih berada dalam tren pertumbuhan positif secara tahunan, meski mengalami kontraksi secara kuartalan.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim SST., SE., M.Si., menyampaikan bahwa ekonomi Kaltara tumbuh sebesar 5,23 persen (year on year/y-on-y) dibandingkan Triwulan I-2025.
“Secara tahunan, perekonomian Kalimantan Utara masih tumbuh cukup baik di angka 5,23 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil,” ujarnya dalam rilis resmi, Selasa (05/05/2026).
PDRB Tembus Rp40,07 Triliun
BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2026 mencapai Rp40,07 triliun. Sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp19,30 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, sektor konstruksi menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan capaian 17,62 persen. Aktivitas pembangunan infrastruktur disebut menjadi faktor utama peningkatan tersebut.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,88 persen.
Kontraksi Kuartalan Dipengaruhi Musim
Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Kaltara Triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 3,50 persen (q-to-q) dibanding Triwulan IV-2025.
Menurut BPS, kontraksi ini merupakan pola musiman yang umum terjadi pada awal tahun, terutama akibat penurunan aktivitas konstruksi dan belanja pemerintah.
“Penurunan terdalam terjadi pada sektor konstruksi sebesar 12,04 persen, serta konsumsi pemerintah yang turun 28,38 persen,” jelas Mustaqim.
Struktur Ekonomi Kalimantan
Secara regional, struktur ekonomi Pulau Kalimantan masih didominasi oleh Kalimantan Timur dengan kontribusi 46,48 persen. Sementara Kalimantan Utara berkontribusi sebesar 8,13 persen.
Dari sisi pertumbuhan, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan Kalimantan yaitu 6,14 persen (y-on-y).
Ekonomi Masih Terkendali
BPS menegaskan bahwa meskipun terjadi kontraksi secara kuartalan, kinerja ekonomi Kaltara secara umum masih terkendali dengan pertumbuhan tahunan yang tetap positif.
“Fundamental ekonomi daerah masih cukup kuat dan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ke depan,” tutup Kepala BPS Kaltara.(*)








Discussion about this post