NUNUKAN – Video kedatangan Wakil Bupati Nunukan Hermanus bersama sejumlah anggota organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) ke Kantor Sekretariat Kabupaten (Sekab) Nunukan, Jumat (6/3/2026), viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Dalam sejumlah rekaman yang beredar, rombongan terlihat tiba di kantor Sekab dan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan. Sebelum meninggalkan lokasi, Hermanus juga memimpin ritual tepung tawar atau doa tolak bala.
Potongan video yang tersebar luas itu disertai berbagai narasi yang menyebut kedatangan Wakil Bupati sebagai bentuk protes terhadap sejumlah persoalan di lingkungan pemerintah daerah. Bahkan, muncul opini yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan dugaan keretakan hubungan antara Wakil Bupati Hermanus dengan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri.
Saat peristiwa itu terjadi, Bupati Irwan Sabri diketahui tengah berada di Jakarta untuk menjalankan agenda kedinasan. Ia bertemu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid guna menindaklanjuti persoalan pembebasan lahan Embung Lapri di Pulau Sebatik yang hingga kini masih belum rampung.
Meski berada di luar daerah, Irwan Sabri mengaku langsung menerima informasi dan melihat video yang beredar di media sosial. Ia pun segera memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Irwan Sabri membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia membantah narasi yang menyebut adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan Wakil Bupati.
Sebagaimana disampaikannya kepada media, komunikasi antara dirinya dan Wakil Bupati selama ini tetap berjalan baik dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Nunukan.
“Kalau narasinya keretakan atau ketidakharmonisan hubungan Pak Wakil dan Bupati, itu sama sekali tidak benar. Kami selalu membangun komunikasi dan selalu mendiskusikan semua persoalan di Kabupaten Nunukan,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Irwan Sabri menuturkan, setelah mengetahui kejadian tersebut ia langsung mencari informasi terkait latar belakang kedatangan Wakil Bupati bersama organisasi tersebut.
Dari penjelasan yang ia terima, persoalan tersebut lebih dipicu oleh miskomunikasi antara Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, dengan Wakil Bupati Hermanus terkait agenda pertemuan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Jadi ada acara pertemuan Forum OPD yang tidak mengundang Wakil Bupati. Hal itu yang kemudian memicu ketersinggungan beliau,” terang Irwan.
Ia menambahkan, berdasarkan penuturan Sekda Nunukan, undangan kepada pimpinan daerah biasanya diberikan pada tahapan rapat berikutnya setelah agenda awal dilaksanakan.
“Menurut Sekda memang ada tahapannya. Namun saya sudah menegur Sekda agar lebih proaktif dan memperkuat komunikasi dengan pimpinan daerah,” katanya.
Irwan Sabri kembali menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Wakil Bupati Hermanus tetap berjalan harmonis. Ia juga telah berkomunikasi dengan pihak organisasi yang ikut datang bersama Wakil Bupati pada saat itu.
“Mereka juga menegaskan kedatangannya ke Pemda bukan terkait hubungan Bupati dan Wakil Bupati seperti yang dinarasikan bermasalah,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak menyaring setiap informasi agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat Kabupaten Nunukan.(*)








Discussion about this post