NUNUKAN — Sebanyak 243 warga di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendapatkan layanan kesehatan melalui program Pelayanan Dokter Terbang Terapung DTPK 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (22/4/2026) hingga Minggu (25/4/2026), menyasar Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan yang dikenal memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Tim medis yang terdiri dari 14 tenaga kesehatan dipimpin oleh drg. Prio Adjie Andarusasi. Mereka menjangkau sejumlah desa terpencil, yakni Desa Panas dan Desa Tao Lumbis di Kecamatan Lumbis Hulu, serta Desa Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan.

Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, serta dokter gigi. Selain itu, tim juga melaksanakan imunisasi anak, pemeriksaan ibu hamil, dan skrining penyakit tidak menular (PTM).
Dalam pelaksanaannya, tim harus menempuh jalur sungai dan medan darat yang cukup berat untuk mencapai lokasi pelayanan di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Ketua tim, drg. Prio Adjie Andarusasi, mengatakan program ini merupakan upaya untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Meski dengan keterbatasan dan medan yang cukup berat, kami berupaya maksimal agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Program Dokter Terbang Terapung DTPK 2026 diharapkan dapat terus berlanjut sebagai solusi dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan perbatasan Kabupaten Nunukan. (*Rls)








Discussion about this post