NUNUKAN – Upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Utara terus digencarkan dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Melalui penguatan peran Posyandu, TP-PKK Kaltara menargetkan terbentuknya generasi sehat dan bebas stunting, khususnya di wilayah Nunukan Selatan.
Ketua TP-PKK Kaltara sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Hj. Rahmawati Zainal, melakukan pembinaan di Posyandu Free Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Jumat (24/4), didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan.
Dalam arahannya, Rahmawati menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, dengan melibatkan peran aktif masyarakat serta pemanfaatan maksimal layanan Posyandu.
“Ini bukan sekadar program tahunan. Kita ingin hasil nyata, anak-anak yang terindikasi stunting harus bisa segera pulih,” tegasnya.
Ia bahkan menargetkan dua anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut dapat keluar dari kondisi tersebut dalam waktu dekat, dengan syarat adanya komitmen dari orang tua untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu.
“Kuncinya sederhana, rutin datang ke Posyandu dan mengikuti arahan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Rahmawati mengungkapkan, tantangan utama dalam penanganan stunting di Kaltara bukan terletak pada ketersediaan pangan, melainkan pada pola asuh dan pemahaman gizi yang masih perlu ditingkatkan.
“Masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya gizi seimbang. Anak diberikan makanan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi, padahal bahan makanan bergizi sangat mudah didapat di sini,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang terus berkembang. Selain pelayanan dasar, Posyandu kini juga dilengkapi fasilitas modern untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Posyandu adalah tempat belajar kesehatan. Di sini ibu hamil dan balita bisa mendapatkan informasi dan layanan yang lengkap,” tambahnya.
Rahmawati turut mengapresiasi capaian Kalimantan Utara yang berhasil menempati peringkat kedua nasional dalam penurunan prevalensi stunting. Ia optimistis, dengan kerja sama semua pihak, target zero stunting di Nunukan Selatan dapat segera terwujud.
Sebagai bentuk dukungan nyata, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan makanan tambahan kepada 35 ibu hamil serta bantuan khusus bagi dua anak yang terindikasi stunting.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. (dkisp)








Discussion about this post