BULUNGAN – Proses seleksi calon Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun Anggaran 2026 di Kalimantan Utara mendapat pengawasan ketat dari pimpinan. Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy turun langsung meninjau pelaksanaan tes psikologi di SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Sabtu (25/4).
Didampingi Karo SDM Kombes Pol. Warsono dan Kabid Propam Krishadi Permadi, Kapolda memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Sebanyak 31 peserta, terdiri dari 29 pria dan 2 wanita, mengikuti tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini diterapkan untuk menjamin objektivitas hasil serta menutup peluang terjadinya kecurangan.
Kapolda menegaskan bahwa seleksi AKPOL harus bebas dari praktik yang merugikan peserta, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah kecurangan. Semua peserta memiliki peluang yang sama, yang menentukan adalah kemampuan dan kesiapan masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan langsung ini menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen.
Sementara itu, Karo SDM Polda Kaltara menjelaskan bahwa tes psikologi merupakan tahapan penting untuk menilai kesiapan mental dan karakter calon taruna.
“Bukan hanya kecerdasan, tapi juga kepribadian dan integritas yang kami ukur dalam tes ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan sistem CAT membantu proses seleksi menjadi lebih transparan dan profesional, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kualitas peserta.
Dengan proses seleksi yang ketat dan terbuka, diharapkan calon taruna yang terpilih nantinya merupakan putra-putri terbaik yang siap mengemban tugas sebagai perwira Polri dan mengabdi kepada bangsa serta negara.(*)








Discussion about this post