TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan terus memperkuat langkah stabilisasi pangan dengan menambah pasokan minyak goreng premium di tengah terbatasnya ketersediaan MinyaKita di pasaran.
Kepala Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama setelah meningkatnya permintaan pada momentum Ramadan hingga pasca-Lebaran.
“Stok MinyaKita saat ini terbatas karena sebagian besar dialokasikan untuk program bantuan pangan pemerintah. Untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar, kami hadirkan minyak premium,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).
Ia menyebutkan, harga minyak goreng premium di tingkat produsen mengalami penyesuaian dari Rp236.000 per dus menjadi Rp242.000 per dus dalam sepekan terakhir. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih relatif stabil.
Bulog merencanakan penyaluran minyak premium dengan harga sekitar Rp22.000 per liter, lebih rendah dibanding harga pasar yang saat ini berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per liter.
Sementara itu, MinyaKita tetap disalurkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, dengan harga perolehan Bulog di angka Rp14.500 per liter.
Zamahsyari mengungkapkan, stok MinyaKita di gudang Bulog Tarakan saat ini hanya tersisa sekitar 3.000 liter dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan dua pekan ke depan. Sebelumnya, stok mencapai sekitar 40.000 liter atau setara dua kontainer.
Distribusi MinyaKita tetap diprioritaskan melalui program SP2KP untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Kami terus berupaya memastikan pasokan tetap tersedia di pasar. Harapannya tidak terjadi kekosongan dan gejolak harga,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Selain itu, mitra distribusi dan Rumah Pangan Kita (RPK) diminta tidak melakukan penimbunan.
“Pasokan terus kami dorong masuk. Kami minta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja,” tegasnya. (*)











Discussion about this post