NUNUKAN – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu (8/7/2026), menghadirkan cerita menarik. Tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, kegiatan tersebut juga diikuti enam siswa dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia.
Keikutsertaan pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia itu menjadi simbol eratnya hubungan pendidikan di kawasan perbatasan sekaligus memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan MPLS turut dipantau Ketua Dewan Pendidikan (Dewandik) Kalimantan Utara, Maulana, yang hadir bersama dewan guru untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
Maulana menyampaikan bahwa pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Sebatik berlangsung lancar dan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB berjalan sesuai juknis. Baik jalur domisili maupun jalur prestasi tidak ditemukan persoalan. Ini menunjukkan proses penerimaan peserta didik baru berjalan secara baik, transparan, dan sesuai aturan,” ujarnya.
Selain memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan baik, Dewandik juga mengapresiasi materi MPLS yang dinilai mampu membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan menengah.
Menurutnya, materi yang diberikan telah mengacu pada kurikulum dari pemerintah pusat dan menyentuh berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini.
Peserta didik mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dari jajaran Polres, termasuk edukasi mengenai bahaya perjudian online (judol). Sementara Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja serta dampak negatif pergaulan bebas.
“MPLS tidak lagi sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi ruang membangun karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan kesadaran peserta didik terhadap berbagai tantangan sosial yang mereka hadapi,” kata Maulana.
Ia menilai, kehadiran enam siswa dari SIKK Malaysia menjadi nilai tambah tersendiri dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa batas negara tidak menjadi penghalang dalam membangun pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
“Ini sesuatu yang sangat positif. Ada enam peserta didik dari SIKK Malaysia yang mengikuti MPLS di SMAN 1 Sebatik Tengah. Kerja sama seperti ini menjadi contoh bagaimana sekolah di wilayah perbatasan dapat saling mendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat rasa kebangsaan anak-anak Indonesia di mana pun mereka berada,” ungkapnya.
Maulana berharap sinergi antara SMAN 1 Sebatik Tengah dan SIKK Kota Kinabalu terus berkembang melalui berbagai program pendidikan yang mampu memperluas pengalaman belajar peserta didik serta mempererat hubungan masyarakat Indonesia di kawasan perbatasan.
“Kami di Dewan Pendidikan Kalimantan Utara tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap inovasi seperti ini. Pendidikan di wilayah perbatasan harus menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan yang kuat kepada Indonesia,” pungkasnya. (*)








Discussion about this post