Senin, Juli 6, 2026
Kaltara Grande News
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini
No Result
View All Result
Kaltara Grande News
No Result
View All Result
Home Daerah

Konektivitas Laut Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan dari Pelabuhan Tunon Taka

by Grande Media
06/07/2026
in Daerah, Nunukan
0
Konektivitas Laut Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan dari Pelabuhan Tunon Taka

Konektivitas Laut – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, menjadi bagian penting konektivitas logistik yang menghubungkan wilayah perbatasan Kalimantan Utara dengan pusat distribusi nasional, menjaga kelancaran pasokan kebutuhan masyarakat dan arus komoditas daerah. (dv)

Share on FacebookShare on Twitter

NUNUKAN – Deru mesin kapal yang silih berganti bersandar di Pelabuhan Tunon Taka bukan sekadar penanda datang dan perginya pelayaran. Di balik aktivitas bongkar muat yang berlangsung setiap hari, pelabuhan ini menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan wilayah perbatasan Kalimantan Utara dengan jaringan distribusi nasional.

Ratusan kontainer berisi beras, gula, minyak goreng, semen, bahan bangunan hingga kebutuhan pokok lainnya berpindah dari kapal ke daratan. Sebaliknya, komoditas unggulan daerah seperti rumput laut dikirim keluar menuju pasar yang lebih luas. Aktivitas tersebut menjadikan Pelabuhan Tunon Taka sebagai urat nadi logistik yang memastikan roda ekonomi masyarakat perbatasan tetap berputar.

Bagi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, konektivitas laut bukan hanya persoalan transportasi. Jalur laut menjadi penghubung utama antara kawasan terdepan Indonesia dengan pusat-pusat distribusi nasional, sekaligus menjaga stabilitas pasokan barang dan harga kebutuhan masyarakat.

Peran strategis tersebut semakin diperkuat melalui Program Tol Laut yang digagas pemerintah untuk memperpendek rantai distribusi, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan pemerataan pembangunan di wilayah terluar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Nunukan, Ahmad Kosasi, S.H., mengatakan esensi Program Tol Laut adalah membangun konektivitas yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke wilayah perbatasan.

“Tema besarnya memang konektivitas. Melalui program ini pemerintah berupaya memperlancar distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini relatif tinggi. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya, Jumat (03/07/2026).

Menurut Ahmad, keberhasilan konektivitas laut tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kapal, tetapi juga kelancaran seluruh sistem pelayanan kepelabuhanan. KSOP memastikan setiap kapal dapat bersandar, melakukan kegiatan bongkar muat, hingga kembali berlayar sesuai standar keselamatan pelayaran.

“Yang paling utama adalah memastikan kapal dapat beroperasi dengan aman. Tanpa kelancaran operasional kapal, distribusi barang melalui Tol Laut tentu tidak akan berjalan,” katanya.

Perkembangan layanan Tol Laut di Nunukan menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sekitar lima tahun lalu hanya dilayani dua kapal dengan kapasitas sekitar 60 TEUs, kini meningkat menjadi lima kapal dengan kapasitas mencapai sekitar 200 TEUs.

Dalam satu kali pelayaran, lebih dari 80 kontainer dapat diangkut menuju wilayah perbatasan. Namun, meningkatnya aktivitas distribusi juga memunculkan tantangan baru berupa keterbatasan jumlah kontainer.

 “Permintaan pengiriman barang terus meningkat, sedangkan jumlah kontainer yang tersedia masih terbatas. Idealnya diperlukan tambahan sekitar 150 hingga 200 kontainer agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih baik,” jelas Ahmad.

Di lapangan, denyut konektivitas itu terlihat dari kesibukan alat bongkar muat yang bekerja hampir setiap hari. Kontainer diturunkan dari kapal, dipindahkan ke lapangan penumpukan,

kemudian didistribusikan menggunakan angkutan darat menuju berbagai wilayah di Nunukan dan daerah sekitarnya.

Senior Officer Operations PT Pelindo Regional 4 Nunukan, Stefenly, menjelaskan seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

“Pelayanan kami berfokus pada kegiatan bongkar muat dari kapal ke lapangan penumpukan maupun sebaliknya. Setelah itu proses distribusi dilanjutkan oleh perusahaan angkutan hingga ke tujuan,” ujarnya.

Setiap bulan, Pelabuhan Tunon Taka melayani sekitar 900 hingga 1.000 kontainer. Mayoritas merupakan kebutuhan pokok dan barang konsumsi masyarakat yang dikirim dari Surabaya maupun sejumlah wilayah di Kalimantan.

Sebaliknya, dari Nunukan, kapal membawa berbagai komoditas unggulan daerah, terutama rumput laut yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir dan memiliki nilai ekspor tinggi. Arus dua arah ini menunjukkan bahwa konektivitas tidak hanya menghadirkan pasokan barang, tetapi juga membuka akses pasar bagi hasil produksi daerah.

Kapal yang melayani Nunukan saat ini sebagian besar merupakan kapal semi Tol Laut yang mengangkut muatan komersial sekaligus muatan Program Tol Laut. Dalam setiap kedatangan, rata-rata dibongkar sekitar 40 hingga 50 kontainer dengan komposisi muatan reguler dan Tol Laut.

Kelancaran aktivitas tersebut juga didukung pengawasan ketat dari Bea Cukai agar arus barang tetap aman tanpa menghambat distribusi.

Pejabat Fungsional Bea dan Cukai Pelabuhan Tunon Taka, Iman Hakiki, mengatakan pengawasan difokuskan terhadap barang bawaan penumpang, khususnya kapal internasional yang datang dari Malaysia.

Setiap minggu terdapat sekitar lima kapal internasional yang bersandar di Nunukan. Selain melayani registrasi IMEI telepon seluler, petugas juga memeriksa seluruh barang bawaan menggunakan mesin X-Ray guna mencegah masuknya narkotika, satwa dilindungi, barang ilegal, maupun pembawaan uang tunai yang tidak sesuai ketentuan.

“Tugas kami memastikan seluruh barang yang masuk maupun keluar melalui pelabuhan sesuai ketentuan kepabeanan sehingga arus barang tetap aman dan lancar,” katanya.

Sepanjang tahun ini, Bea Cukai berhasil menggagalkan masuknya gading gajah dari luar negeri serta menemukan beberapa kasus pembawaan uang tunai dalam jumlah besar. Sebelumnya, petugas juga berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu melalui jalur pelabuhan.

Sinergi antara KSOP, PT Pelindo, Bea Cukai, operator pelayaran, perusahaan angkutan, hingga para pelaku usaha menjadi fondasi penting yang menjaga konektivitas laut tetap berjalan.

Di Pelabuhan Tunon Taka, aktivitas bongkar muat tidak sekadar memindahkan kontainer dari kapal ke daratan. Setiap peti kemas yang diturunkan membawa harapan masyarakat akan ketersediaan kebutuhan pokok, sementara setiap kontainer yang berangkat mengangkut potensi ekonomi daerah menuju pasar nasional.

Di kawasan perbatasan seperti Nunukan, konektivitas laut akhirnya memiliki makna yang lebih besar. Ia bukan hanya menghubungkan pelabuhan dengan pelabuhan, melainkan menghubungkan masyarakat perbatasan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat pemerataan pembangunan, sekaligus menegaskan kehadiran negara di beranda terdepan Indonesia. (*)

Berita di atas juara 3 Karya Tulis dengan nomor peserta (12) pada PORWADA II Kaltara 2026, di Nunukan, 5 Juli 2026.

Tags: jurnalistikkaltara grandekarya tulisnunukanporwadaporwadaII kaltara
Previous Post

Bulungan dan Nunukan Berbagi Emas, Atletik PORWADA II Hadirkan Persaingan Sengit dan Kisah Mengharukan

Berita Lainnya

Bulungan dan Nunukan Berbagi Emas, Atletik PORWADA II Hadirkan Persaingan Sengit dan Kisah Mengharukan
Kalimantan Utara

Bulungan dan Nunukan Berbagi Emas, Atletik PORWADA II Hadirkan Persaingan Sengit dan Kisah Mengharukan

05/07/2026
Bustan Buktikan Sportivitas dan Kebersamaan, Kadispora Kaltara Menang atas Tim Media Sabah
Kalimantan Utara

Bustan Buktikan Sportivitas dan Kebersamaan, Kadispora Kaltara Menang atas Tim Media Sabah

03/07/2026
Nunukan Siap Sambut Pembukaan Porwada II Kaltara, Bupati hingga Tamu Malaysia Dipastikan Hadir
Daerah

Nunukan Siap Sambut Pembukaan Porwada II Kaltara, Bupati hingga Tamu Malaysia Dipastikan Hadir

01/07/2026
Tarif Angkutan Muatan PT Pelni Resmi Berubah Mulai 1 Juli, Ini Jenis Layanan yang Terdampak
Daerah

Tarif Angkutan Muatan PT Pelni Resmi Berubah Mulai 1 Juli, Ini Jenis Layanan yang Terdampak

01/07/2026
PT Pelni Nunukan Perkuat Layanan Kemanusiaan, Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp19,5 Juta untuk PMI
Daerah

PT Pelni Nunukan Perkuat Layanan Kemanusiaan, Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp19,5 Juta untuk PMI

01/07/2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Nunukan Tegaskan Seragam Polri adalah Amanah untuk Melayani Masyarakat
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Nunukan Tegaskan Seragam Polri adalah Amanah untuk Melayani Masyarakat

01/07/2026

Discussion about this post

Kaltara Grande News

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi & Manajemen
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Opini

Copyright © 2022, PT Media Grande Kaltara.