TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus mengembangkan pembinaan berbasis produktivitas bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui program Bimbingan Kemandirian, para warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga memperoleh premi dari hasil kerja yang mereka lakukan.
Premi hasil kegiatan produksi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, didampingi pejabat struktural, kepada peserta program pembinaan kemandirian, Kamis (9/7/2026).
Penyerahan premi merupakan agenda rutin bulanan sebagai bentuk penghargaan sekaligus pemenuhan hak warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja produktif di lingkungan lapas.
Jupri mengatakan, pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan modern yang tidak hanya menitikberatkan pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali warga binaan dengan kemampuan bekerja dan berwirausaha.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi bekal ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang memberikan ruang bagi kegiatan pembinaan untuk berkembang menjadi aktivitas produktif yang menghasilkan barang maupun jasa bernilai ekonomi. Aturan tersebut juga memberikan hak kepada narapidana untuk memperoleh upah atau premi dari hasil pekerjaan yang dilakukan.
Sejumlah produk yang dihasilkan warga binaan dipasarkan melalui koperasi dan jaringan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga hasil karya mereka memiliki peluang lebih luas untuk dikenal masyarakat.
Program pemberian premi juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya Program Nomor 10 yang mendorong pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Tarakan berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, serta tabungan yang dapat menjadi modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas. (*)









Discussion about this post