MALINAU – Pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak awal kehidupan, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., mengajak seluruh keluarga untuk bersama-sama memperhatikan pemenuhan gizi ibu hamil sebagai langkah awal menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pesan tersebut disampaikan Rahmawati saat menyerahkan bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu melahirkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Kabupaten Malinau, Selasa (28/7/2026).
Menurut Rahmawati, masa kehamilan menjadi fase penting yang menentukan tumbuh kembang anak ke depan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan ibu dan kecukupan nutrisi harus menjadi prioritas keluarga.
“Anak yang sehat dan berkualitas berawal dari ibu yang sehat. Karena itu, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan harus menjadi perhatian bersama, baik keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Rahmawati.
Ia berharap bantuan gizi yang diberikan dapat menjadi dukungan bagi para ibu hamil dan ibu melahirkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa penting tersebut.
“Kami ingin para ibu mendapatkan dukungan agar tetap sehat selama kehamilan dan setelah melahirkan. Dengan ibu yang sehat, peluang melahirkan generasi yang kuat juga semakin besar,” katanya.
Rahmawati menjelaskan, pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga membutuhkan perubahan pemahaman dan kebiasaan keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pola asuh yang baik, serta lingkungan tumbuh yang mendukung.
“Keluarga adalah tempat pertama bagi anak mendapatkan perhatian dan pengasuhan. Karena itu, edukasi kepada orang tua sangat penting agar memahami kebutuhan gizi dan kesehatan anak,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran kader PKK dan Posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Kader PKK dan Posyandu merupakan ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Mereka membantu memastikan informasi kesehatan dapat diterima dan diterapkan oleh keluarga,” ungkap Rahmawati.
Selain faktor kesehatan, Rahmawati menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting juga membutuhkan dukungan berbagai sektor, seperti pendidikan, sanitasi, air bersih, serta lingkungan tempat tinggal yang layak.
“Stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Semua sektor harus bergerak bersama agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP-PKK Kaltara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak kehamilan terus meningkat. Dengan kolaborasi seluruh pihak, target mewujudkan generasi Kalimantan Utara yang sehat, cerdas, dan berkualitas dapat semakin dekat. (*)








Discussion about this post